GUNUNGKIDUL – Persaingan untuk menempati posisi inti Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Gunungkidul mulai berlangsung sejak latihan perdana.
Pembawa baki, pengerek, hingga pembentang bendera belum ditentukan.
Kemampuan dan perkembangan peserta selama latihan menjadi bahan evaluasi pelatih sebelum komposisi akhir ditetapkan.
Latihan mandiri yang dimulai 22 Juli menjadi tahap penting untuk melihat kemampuan peserta secara langsung.
Baca Juga: Olahan Lele Dongkrak Ekonomi PKK Tegal Domban, Pelatihan Abon dan Nugget Buka Peluang Usaha Baru
Mereka tidak hanya dituntut mampu mengikuti gerakan baris-berbaris, tetapi juga menunjukkan kedisiplinan, ketahanan fisik, ketepatan gerakan, dan kekompakan selama menjalani latihan.
Bahkan, aktivitas peserta dimulai sejak dini hari.
Mereka bangun sekitar pukul 04.00 WIB untuk bersiap sebelum menuju lapangan depan Kantor Pemkab Gunungkidul.
Lokasi tersebut dipilih sebagai tempat latihan karena nantinya menjadi lokasi pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gunungkidul Wahyu Nugroho mengatakan, pembiasaan latihan di lokasi upacara dilakukan agar peserta tidak membutuhkan banyak penyesuaian ketika pelaksanaan berlangsung.
“Mulai dari pagi bangun jam 4 kemudian persiapan dan menuju ke lapangan Pemda untuk melakukan latihan,” ujarnya saat ditemui di lapangan pada Rabu (5/8/2026).
Pemantauan terhadap peserta dilakukan secara bertahap.
Pelatih mengamati perkembangan masing-masing anggota selama latihan untuk menentukan siapa yang paling sesuai mengisi posisi tertentu dalam formasi pengibaran.
Dengan pola tersebut, posisi pembawa baki, pengerek, dan pembentang bendera tidak langsung ditetapkan sejak awal.
Ketiganya menjadi posisi yang kompetitif karena peserta masih memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan selama proses pembinaan.
“Untuk pembawa baki, pengerek, pembentang bendera kami pilih melalui sesi latihan yang dipantau progres latihannya setiap hari oleh pelatih, sehingga posisi tersebut kompetitif,” kata Wahyu.
Posisi tersebut memiliki peran berbeda dalam prosesi pengibaran.
Pembawa baki berperan membawa dan menyerahkan bendera, sementara pengerek dan pembentang menjadi bagian penting dalam proses pengibaran Merah Putih.
Baca Juga: Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Bersama Persib, Bidik Trofi Piala Presiden 2026
Karena itu, ketepatan gerakan dan kemampuan menjaga ketenangan menjadi bagian yang turut diperhatikan dalam proses penentuan.
Namun, pembinaan Paskibraka tidak berhenti pada kemampuan teknis di lapangan.
Peserta juga mendapatkan materi tematik pada malam hari sebagai bekal di luar tugas mereka dalam upacara.
Kesbangpol telah menyusun jadwal pembekalan dengan menghadirkan sejumlah unsur pemerintahan dan lembaga.
Materi diberikan oleh Bupati, Kapolres, Kejaksaan, Ketua DPRD, Pengadilan, Komandan Kodim, Komandan Penerbangan Gading, Dinas Pariwisata, hingga Dinas Pendidikan.
Baca Juga: Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Bersama Persib, Bidik Trofi Piala Presiden 2026
Sekretaris Kesbangpol Gunungkidul Nurudin Araniri mengatakan materi disesuaikan dengan latar belakang masing-masing narasumber.
Jadwal juga dapat menyesuaikan apabila terdapat pemateri yang berhalangan hadir.
“Sudah ada jadwalnya, mulai dari bupati, kapolres, kejaksaan, Ketua DPRD, Pengadilan, Komandan Kodim, Komandan Penerbangan Gading, Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan,” katanya.
Pembekalan tersebut diarahkan agar pengalaman menjadi Paskibraka tidak berhenti ketika upacara selesai.
Peserta diharapkan membawa nilai kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, dan pengalaman yang diperoleh selama pembinaan ke lingkungan masing-masing.
“Paskibra bukan hanya pengibaran bendera, harapannya ilmu yang dia dapatkan dapat bermanfaat bagi dia dan lingkungannya nantinya,” ujar Wahyu.
Di sisi lain, kesiapan lapangan juga menjadi bagian dari pembinaan.
Pemerintah daerah melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan lokasi latihan memenuhi kebutuhan peserta.
Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) membantu meratakan permukaan lapangan.
Baca Juga: Pelatih Bubista Resmi Berpisah dengan Tim Nasional Tanjung Verde, Siap Pimpin Tim Maroko RS Berkane
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menangani perapian area latihan.
Sementara itu, penyiraman lapangan dilakukan setiap hari dengan dukungan operasional pemadam kebakaran untuk mengurangi debu yang berpotensi mengganggu latihan.
Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum peserta memasuki pemusatan pendidikan dan pelatihan secara intensif pada 4 hingga 18 Agustus.
Pada tahap tersebut, evaluasi akan semakin mengerucut hingga susunan pasukan yang bertugas pada 17 Agustus ditetapkan. (cr1)
Editor : Meitika Candra Lantiva