GUNUNGKIDUL - Program padat karya di Gunungkidul diperluas hampir delapan kali lipat tahun ini. Dari sebelumnya hanya delapan titik pada 2025, kini program yang didukung bantuan keuangan khusus (BKK) DIY mencakup 65 titik di 15 kapanewon.
Perluasan program tersebut didukung anggaran sekitar Rp 7,6 miliar dan ditargetkan menyerap 1.976 pekerja. Selain membuka kesempatan kerja, kegiatan ini juga diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di tingkat masyarakat.
Baca Juga: Daftar Tanggal Merah Agustus 2026, Ada Kesempatan Libur Panjang 4 Hari Cocok untuk Mengajukan Cuti
Sebagian besar pekerjaan berupa pembangunan cor beton yang melibatkan warga sekitar. Dengan pola tersebut, manfaat program diharapkan dirasakan melalui dua sisi. Yakni penyerapan tenaga kerja dan peningkatan infrastruktur lingkungan. “Kalau tahun kemarin pakai dana dari APBD kabupaten,” beber Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul Emy Nur Aini Selasa (4/8).
Sementara tahun ini, dukungan BKK dari Pemprov DIY memungkinkan jumlah lokasi meningkat menjadi 65 titik. Anggaran setiap lokasi berkisar Rp 100 juta hingga Rp 200 juta, disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 63 titik digunakan untuk pembangunan cor beton, sedangkan dua titik lainnya untuk pembangunan talut. Penentuan jenis pekerjaan dilakukan berdasarkan kebutuhan infrastruktur di masing-masing wilayah.
Program tersebut tersebar di Kapanewon Panggang, Paliyan, Wonosari, Semanu, Tanjungsari, Ponjong, Tepus, Semin, Ngawen, Patuk, Gedangsari, Nglipar, Rongkop, Karangmojo, dan Playen. Meski lokasi telah ditentukan, pekerjaan fisik belum dimulai. Sebab dinas masih melakukan identifikasi lokasi dan calon penerima manfaat bersama pemerintah kalurahan.
Sosialisasi kepada masyarakat, lanjutnya, dijadwalkan berlangsung pada Agustus. “Mulai pengerjaan harapannya di bulan Oktober,” ujar Emy. (cr1/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita