Gunungkidul Masuki Puncak Kemarau, Ini Langkah PDAM dan BPBD Mencegah Krisis Air

Dzika Fajar • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 15:20 WIB
Petugas Bagian Pemeliharaan bersama tim PDAM Tirta Handayani Cabang Seropan melakukan redesain sistem pompa di reservoir sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan pelayanan air bersih. (Dok. PDAM Tirta Handayani)
Petugas Bagian Pemeliharaan bersama tim PDAM Tirta Handayani Cabang Seropan melakukan redesain sistem pompa di reservoir sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan pelayanan air bersih. (Dok. PDAM Tirta Handayani)

GUNUNGKIDUL – Menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga awal November, Perumda Air Minum Tirta Handayani Gunungkidul memperkuat jaringan pasokan air bersih di sejumlah wilayah rawan kekeringan.

Selain merampungkan pembangunan reservoir di Kapanewon Tepus dan Tanjungsari, Tirta Handayani kini tengah menyiapkan penambahan pompa baru berkapasitas 15 kilowatt di Intake Sungai Bawah Tanah Bribin.

Langkah ini disiapkan untuk mendongkrak pasokan air, khususnya ke wilayah Tepus dan Girisubo.

Humas Tirta Handayani Gunungkidul, Rachmad Is Nugroho, menjelaskan bahwa pengoperasian pompa baru di Bribin masih dalam tahap pertimbangan dan evaluasi teknis.

Baca Juga: New Honda Vario Evo 160 Sapa Warga Jogja di Regional Public Exhibition

Pihaknya mengkaji dampak penataan instalasi agar tidak menghentikan sementara suplai air yang saat ini sedang berjalan.

"Rencana pengoperasian pompa baru masih kami pertimbangkan karena layanan dari Bribin belum sepenuhnya merata. Pemasangan harus dihitung matang agar tidak mengganggu aliran pelanggan," ujar Rachmad, Selasa (4/8/2026).

Di sisi lain, infrastruktur penampungan air seperti Reservoir Booster Gerotan di Kalurahan Hargosari, Tanjungsari, kini sudah mulai dimanfaatkan warga.

Reservoir ini menopang kebutuhan air bersih untuk wilayah Hargosari, Sidorejo, Tepus, hingga Ngestirejo.

Meski begitu, suplai menuju reservoir tersebut masih perlu ditingkatkan dari debit saat ini 12 liter per detik (pompa 37 kW) menuju target ideal 15 liter per detik.

Baca Juga: Yayasan AHM Antarkan Masyarakat Kemalang Klaten Berkembang dengan Ekowisata Kalitalang dan Program Desa Sejahtera Astra

Guna memastikan sektor pariwisata tetap kondusif selama kemarau, Tirta Handayani juga melakukan penambahan pompa berkapasitas 30 kilowatt dan redesain jaringan dari Intake Baron.

 "Untuk saat ini, aliran air menuju area wisata pantai sudah mengalir lancar," tambah Rachmad.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengungkapkan bahwa berdasarkan koordinasi dengan BMKG Yogyakarta, Agustus menjadi titik terpanas puncak kemarau sebelum memasuki masa peralihan pada November mendatang.

Atas kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan sekaligus mengintensifkan penyaluran bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak parah. (cr1)

Editor : Meitika Candra Lantiva
Gunungkidul BPBD krisis air PDAM puncak kemarau