Petugas Sensus Ekonomi ke Pantai Baron dan Sadeng Zonk, Terdata di Daftar Usaha Ternyata Sudah Tutup

Dzika Fajar • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 23:45 WIB

 

Ilustrasi petugas pendataan lapangan (PPL) saat menjalankan program sensus ekonomi 2026 yang diselenggarakan BPS.
Ilustrasi petugas pendataan lapangan (PPL) saat menjalankan program sensus ekonomi 2026 yang diselenggarakan BPS.

 

GUNUNGKIDUL – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Gunungkidul memasuki tahap akhir. Hingga awal Agustus, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gunungkidul mencatat progres pendataan telah mencapai sekitar 80 persen.

Capaian tersebut membuat BPS optimistis seluruh pencacahan dapat diselesaikan sebelum target internal yang ditetapkan pada 15 Agustus.

‎Ketua Pelaksana Sensus Ekonomi Kabupaten Gunungkidul Setiawan Pritama mengatakan, secara umum proses pendataan berjalan sesuai target.  ‎Namun demikian, masih terdapat sejumlah kendala di lapangan.

Baca Juga: Profil Stefan Askovski, Rekrutan Baru PSS Sleman yang Punya 40 Caps Bersama Timnas Makedonia Utara

 Beberapa pelaku usaha belum dapat didata karena bekerja di luar daerah, sehingga petugas harus melakukan kunjungan ulang untuk memastikan data yang dikumpulkan tetap lengkap dan akurat. "Kendalanya masih ada pekerja yang susah ditemui karena bekerja di luar daerah," katanya.

‎Selain itu, petugas juga menemukan ketidaksesuaian antara daftar usaha yang menjadi dasar pencacahan dengan kondisi riil di lapangan. Temuan tersebut banyak dijumpai di kawasan wisata Pantai Baron maupun Pantai Sadeng.

‎Di Pantai Baron, misalnya, lebih dari 50 usaha yang tercantum dalam basis data awal ternyata sudah tidak lagi beroperasi. Kondisi tersebut mengharuskan petugas melakukan verifikasi sebelum usaha-usaha tersebut dilaporkan sebagai unit usaha yang telah tutup.

Baca Juga: Anyaman Bambu Sumberagung Kian Mendunia, Inovasi Produk Tembus Pasar Ekspor

"Di Pantai Baron banyak usaha yang sudah tutup. Nanti akan kami laporkan sebagai usaha yang sudah tidak beroperasi lagi," ujar Iwan.

‎Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Gunungkidul Agus Haryanto mengatakan, proses validasi masih terus dilakukan terhadap sejumlah data yang belum dapat dipastikan keberadaannya. Salah satu di antaranya adalah 175 data penduduk yang hingga kini belum dapat dipadankan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

‎Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, BPS akan berkoordinasi dengan dinas kependudukan dan pencatatan sipil agar proses pemadanan data dapat segera dilakukan.

Baca Juga: DIS Jarang Pulang ke Purworejo, Petugas KPK yang Memeras Bupati Pemalang Widiyantoro

"Masih ada 175 data yang belum ditemukan NIK-nya. Rencananya kami akan berkolaborasi dengan Dukcapil," katanya.

‎Agus menambahkan, partisipasi masyarakat selama pelaksanaan sensus menjadi salah satu faktor yang memperlancar proses pendataan. Menurutnya, masyarakat Gunungkidul cenderung terbuka saat menerima kedatangan petugas sensus sehingga proses pengumpulan data berlangsung lebih efektif.

‎Hingga saat ini, pelaksanaan Sensus Ekonomi di DIJ juga tercatat masuk tiga besar nasional dari sisi kualitas data yang berhasil dihimpun. Capaian tersebut menjadi modal bagi BPS Gunungkidul untuk menuntaskan sisa pendataan sekaligus menjaga akurasi data sebelum memasuki tahapan pengolahan. (cr1/pra)

Editor : Heru Pratomo
pantai baron bps Gunungkidul sensus ekonomi Pantai Sadeng