Warga belajar dan purnawarga belajar PKBM Ngudi Kapinteran, Kapanewon Semanu, berhasil menggelar panen perdana bawang merah dan melon, Kamis (30/7). Hasil tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan kesetaraan tidak hanya berorientasi pada ijazah, tetapi juga mampu membekali warga dengan keterampilan produktif yang bernilai ekonomi.
Namun, pengembangan pertanian di kawasan tersebut masih menghadapi kendala keterbatasan debit air. Lahan seluas sekitar delapan hektare yang dikelola warga belajar dinilai belum dapat dioptimalkan karena keterbatasan sumber air.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menyatakan akan mengupayakan pembangunan sumur bor untuk mendukung keberlanjutan budidaya bawang merah maupun komoditas hortikultura lainnya.
Baca Juga: Sopir Harus Rela Macet Dua Jam di Wilayah Gombong Demi Jalan Mulus
Panen perdana itu turut dihadiri Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih. Menurutnya, model pembelajaran yang diterapkan PKBM Ngudi Kapinteran menunjukkan bahwa pendidikan kesetaraan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Pendidikan harus berdampingan dengan pemberdayaan ekonomi. Jika anak-anak kita pintar dan rajin, mereka pasti bisa berdaya," ujar Endah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul Nunuk Setyowati mengatakan, pemerintah daerah terus memperkuat pendidikan kesetaraan melalui peningkatan anggaran Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda). Pada 2026, alokasi anggaran meningkat dari Rp 2,2 miliar menjadi lebih dari Rp 2,5 miliar.
Menurut Nunuk, kenaikan anggaran tersebut diikuti meningkatnya jumlah warga belajar. Dari semula 2.394 orang pada 2025, jumlahnya bertambah menjadi 2.805 orang pada tahun ini. "Peningkatan anggaran ini diikuti dengan bertambahnya jumlah warga belajar dari 2.394 orang menjadi 2.805 orang," kata Nunuk.
Dukungan terhadap pengembangan PKBM Ngudi Kapinteran juga datang dari masyarakat. Tugino mewakafkan tanah seluas 450 meter persegi untuk pembangunan gedung PKBM. Lahan tersebut diharapkan dapat memperkuat sarana pendidikan sekaligus mendukung pengembangan program pemberdayaan masyarakat di lembaga tersebut. (cr1/pra)
Editor : Heru Pratomo