Darurat Personel di DLH Gunungkidul Ancam Target Pengelolaan Sampah Organik

Dzika Fajar • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 06:07 WIB
‎Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih memberikan arahan kepada jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) saat pembinaan pegawai di Kantor DLH Gunungkidul, Selasa (28/7/2026).
‎Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih memberikan arahan kepada jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) saat pembinaan pegawai di Kantor DLH Gunungkidul, Selasa (28/7/2026).

 

 

Target Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menghentikan pembuangan sampah organik ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) mulai Agustus 2026 dibayangi krisis sumber daya manusia (SDM) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Di tengah upaya mencapai target tersebut, instansi itu mengaku kehilangan banyak personel akibat gelombang pensiun.

‎Kepala DLH Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, pihaknya terus mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya agar sampah organik tidak lagi berakhir di TPA. Hingga saat ini, Gunungkidul memiliki hampir 400 bank sampah dan 21 Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang menjadi tulang punggung pengurangan timbulan sampah.

‎"Kalau di Agustus nanti, targetnya sudah tidak ada lagi sampah organik yang masuk ke TPA," ujar Edy saat pembinaan pegawai DLH yang dihadiri Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih di Kantor DLH, Kapanewon Playen, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga: 72 Calon Paskibra Bantul 2026 Jalani Pemusatan Latihan, Tak Sekadar Kibarkan Merah Putih tapi Didorong Jadi Pemimpin

‎Meski demikian, upaya tersebut tidak lepas dari berbagai kendala. DLH saat ini mengalami kekurangan pegawai akibat banyak aparatur memasuki masa purna tugas. Salah satu jabatan strategis, yakni Kepala Bidang yang menangani perizinan, telah kosong sejak Mei 2026 sehingga berpotensi memengaruhi pelayanan perizinan bagi investor.

‎Keterbatasan personel juga terjadi di UPT Laboratorium DLH yang hanya diperkuat tiga hingga empat pegawai menjelang akreditasi pada Februari 2027. Sementara di UPT Kebersihan dan Pertamanan, sejumlah taman perbatasan yang sebelumnya ditangani empat petugas kini hanya dirawat oleh satu orang setelah pegawai lainnya pensiun.

‎Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengakui kekurangan tenaga menjadi tantangan yang dihadapi pemerintah daerah. Menurutnya, persoalan serupa juga terjadi di sektor lain, termasuk pendidikan yang masih kekurangan 1.172 guru.

Baca Juga: Usai Putusan Praperadilan, Kuasa Hukum Langsung Proses Pembebasan Raudi Akmal dari Tahanan

‎Ia menegaskan pengelolaan sampah tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada DLH. Menurutnya, diperlukan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah serta partisipasi masyarakat agar target pengurangan sampah organik dapat tercapai.

‎Selain pengelolaan sampah, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga menaruh perhatian pada berbagai persoalan lingkungan lainnya, termasuk upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan penanganan populasi monyet ekor panjang di sejumlah wilayah. (Cr1)

Editor : Heru Pratomo
bupati Endah Subekti Kuntariningsih Gunungkidul DLH pengelolaan sampah