Pendidikan Karakter Jadi Benteng P4GN, Balai Dikmen Gunungkidul Perkuat Sosialisasi Pelajar di Tujuh Sekolah

Dzika Fajar • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 15:25 WIB
TOLAK NARKOBA: Sejumlah siswa SMA Pembangunan 2 Karangmojo membawa poster berisi ajakan menolak penyalahgunaan narkoba saat Apel Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di kompleks pendidikan Karangmojo, Rabu (22/7/2026). (Dok Pemkab Gunungkidul)
TOLAK NARKOBA: Sejumlah siswa SMA Pembangunan 2 Karangmojo membawa poster berisi ajakan menolak penyalahgunaan narkoba saat Apel Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di kompleks pendidikan Karangmojo, Rabu (22/7/2026). (Dok Pemkab Gunungkidul)
 

 GUNUNGKIDUL – Pendidikan karakter menjadi strategi preventif yang terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di kalangan pelajar.

Selain diintegrasikan dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), edukasi mengenai bahaya narkoba juga dilakukan melalui kolaborasi antara Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Gunungkidul dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Penguatan upaya pencegahan tersebut ditandai dengan Apel Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang dipimpin Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih di kompleks pendidikan SMK, SMA dan SMP Pembangunan Karangmojo, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga: DIY Jadi Top 3 Provinsi dengan Korban Keracunan MBG Tertinggi, Ini Daftar Lengkap Kasus Keracunan MBG di DIY Sepanjang 2025-2026

Dalam kesempatan itu, Bupati mengingatkan bahwa ancaman yang dihadapi generasi muda saat ini tidak hanya penyalahgunaan narkotika, tetapi juga judi online, kejahatan jalanan, hingga paham radikal yang mudah menyebar melalui media sosial.

Karena itu, menurutnya, karakter, integritas, dan kedisiplinan menjadi bekal utama agar pelajar tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.

 "Tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan. Kesuksesan hanya dapat diraih melalui kerja keras, disiplin, kejujuran, dan ketekunan," tegas Endah.

Bupati juga mendorong para pelajar untuk berani menolak setiap ajakan yang mengarah pada perilaku menyimpang, termasuk penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, keberanian mengatakan "tidak" merupakan bagian dari integritas yang harus dimiliki setiap generasi muda.

Baca Juga: Sekda Jateng Dorong Pengadaan Berkualitas, LKPP Diminta Sempurnakan Sistem LPSE

Sementara itu, Kepala Balai Dikmen Gunungkidul Wasidi mengatakan, penguatan pendidikan karakter telah dimulai sejak peserta didik mengikuti MPLS.

Salah satu materi yang diberikan ialah P4GN sebagai bekal awal bagi siswa memasuki lingkungan sekolah.

Menurut Wasidi, upaya pencegahan tidak berhenti pada kegiatan MPLS.

Balai Dikmen juga menjalin kerja sama untuk memperluas sosialisasi P4GN di sekolah-sekolah.

"Sebagai upaya preventif, kami juga menjalin kerja sama dengan Kesbangpol untuk pelaksanaan sosialisasi," katanya pada Rabu (22/7/2026).

Pada kegiatan tersebut, sosialisasi menyasar tujuh sekolah, yakni SMKN 1 Tanjungsari, SMKN 2 Gedangsari, SMAN 1 Karangmojo, SMKN 1 Girisubo, SMKN 2 Wonosari, SMKN 1 Nglipar, dan SMKN 1 Ngawen.

Baca Juga: IKK Membaik, Sekda Jateng: Substansi Kebijakan Harus Memberi Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Data Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menunjukkan hingga Mei 2026 masih terdapat 24 kasus penyalahgunaan narkoba.

Kondisi tersebut menjadi dasar pentingnya penguatan pendidikan karakter sebagai langkah pencegahan sejak dini, sehingga sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter yang mampu membentengi pelajar dari berbagai pengaruh negatif. (Cr1)

Editor : Meitika Candra Lantiva
Benteng P4GN penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika Sosialisasi Pelajar Balai Dikmen Gunungkidul pendidikan karakter