GUNUNGKIDUL – Kebutuhan air bersih di Kabupaten Gunungkidul mulai meningkat menjelang puncak musim kemarau. Hingga Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul telah menyalurkan 80 tangki air bersih ke sejumlah wilayah yang mulai mengalami kesulitan pasokan air.
Operator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Gunungkidul Muhammad Ridwan mengatakan, distribusi bantuan dilakukan berdasarkan permohonan dari pemerintah kalurahan maupun kapanewon yang mengalami kekurangan air bersih. "Sebanyak 80 tangki air telah didistribusikan sepanjang Juli 2026," kata Ridwan, Selasa (21/7).
Baca Juga: Wajiran Bebas dari Kasus TKD, Warga Srimulyo Syukuran dengan Potong 10 Kambing
Bantuan tersebut telah disalurkan ke sejumlah wilayah, di antaranya Kapanewon Rongkop, Tepus, Wonosari, dan Panggang. Selain menggunakan anggaran APBD Kabupaten Gunungkidul, BPBD juga mencatat adanya bantuan dari pihak swasta sebanyak sembilan tangki air.
"Ada sembilan tangki dari swasta, bukan dari APBD," ujarnya.
Ridwan menjelaskan, penanganan kekeringan di Gunungkidul tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah kabupaten. Sejumlah kapanewon juga mengalokasikan anggaran secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Ia menyebut beberapa kapanewon tidak masuk dalam alokasi droping air melalui APBD Kabupaten Gunungkidul, yakni Wonosari, Saptosari, Playen, dan Semin. Namun, wilayah tersebut tetap dapat mengajukan bantuan apabila terjadi kondisi darurat kekurangan air bersih.
"Kalurahan Wunung kemarin mengajukan permohonan bantuan. Wilayahnya masuk Kapanewon Wonosari," jelasnya.
Menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang, BPBD Gunungkidul telah menyiapkan 500 tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat.
Jumlah tersebut merupakan bagian dari skema penanganan kekeringan yang akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Gunungkidul Nanang Irawanto mengatakan, secara keseluruhan pihaknya telah menyiapkan 1.150 tangki air bersih untuk mendukung distribusi bantuan selama musim kemarau.
Menurutnya, jumlah penyaluran dapat berubah sesuai perkembangan kondisi dan tingkat kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
"Rencana penyaluran bantuan air bersih dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi di lapangan," kata Nanang. (cr1)
Editor : Sevtia Eka Novarita