GUNUNGKIDUL – Ribuan masyarakat memadati Alun-alun Wonosari untuk mengikuti nonton bareng (nobar) partai final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina, yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Minggu (19/7/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan menjadi ajang kebersamaan bagi para pecinta sepak bola.
Suasana alun-alun dipenuhi antusiasme warga yang datang dari berbagai wilayah di Gunungkidul. Mereka bersama-sama menyaksikan pertandingan puncak pesta sepak bola dunia melalui layar lebar yang disediakan pemerintah daerah.
cBaca Juga: BMKG Prediksi Embun Beku di Dieng Lebih Sering Muncul Saat Puncak Kemarau 2026
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, penyelenggaraan nobar tersebut merupakan bentuk fasilitasi pemerintah kepada masyarakat yang memiliki kecintaan terhadap sepak bola.
"Memberikan ruang kepada masyarakat pecinta bola melalui nonton bareng gelaran final Piala Dunia," ujarnya saat ditemui awak media seusai acara.
Lebih dari sekadar menyaksikan pertandingan, Endah berharap euforia sepak bola dunia dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda Gunungkidul untuk menekuni olahraga tersebut dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Menurutnya, semangat kompetisi, kerja keras, dan sportivitas yang ditampilkan para pemain di level dunia diharapkan mampu memantik lahirnya talenta-talenta lokal yang kelak mampu bersaing dan mengharumkan nama Gunungkidul.
"Mudah-mudahan ini memotivasi Persig Gunungkidul untuk lebih baik lagi," katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berkomitmen terus menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat melalui kegiatan serupa.
Bahkan, pemerintah daerah berencana kembali memfasilitasi nobar saat Tim Nasional Indonesia menjalani pertandingan internasional.
"Nanti kita juga akan fasilitasi ketika Timnas Indonesia main," pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap gairah sepak bola di daerah semakin tumbuh, tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga menjadi pemicu lahirnya bibit-bibit atlet berbakat yang mampu berprestasi di tingkat regional maupun nasional. (Cr1)
Editor : Meitika Candra Lantiva