GUNUNGKIDUL – Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah (GAMAS) mulai dilaksanakan di sejumlah sekolah di Kabupaten Gunungkidul pada Senin (13/7).
Di SD Wonosari Baru, program tersebut mendapat sambutan positif dari orang tua maupun pihak sekolah sebagai upaya memperkuat peran ayah dalam pendidikan anak.
Pelaksanaan GAMAS merupakan tindak lanjut Surat Edaran Bupati Gunungkidul Nomor 50 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak pada Hari Pertama Masuk Sekolah.
Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul juga menerbitkan Surat Edaran Nomor B/400.3.5.1/422/2026 yang meminta seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP mendukung pelaksanaan GAMAS, termasuk menyosialisasikan program kepada orang tua serta mendokumentasikan pelaksanaannya.
Salah seorang wali murid Widodo yang juga berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Gunungkidul mengaku, tidak mengalami kendala mengikuti program tersebut.
Menurutnya, pemerintah daerah justru memberikan dukungan melalui surat edaran yang menganjurkan para ayah mengantar anak pada hari pertama sekolah.
"Kalau menurut edaran dari kantor memperbolehkan bahkan menghimbau untuk mengantar anak ke sekolah pada hari pertama," katanya.
Baca Juga: Lowongan Kerja PSS Sleman 2026 Dibuka, Marketing Staff, HR Officer, hingga Office Boy, Segera Lamar
Ia menyambut baik kebijakan tersebut karena dinilai memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak yang baru memulai kegiatan belajar di sekolah.
"Selaku orang tua, saya menyambut baik kebijakan ini, sehingga anak merasa ada yang mendampingi," ujarnya.
Kepala SD Wonosari Baru Isdiyantoro Bagus Saputra mengatakan, keterlibatan ayah pada hari pertama sekolah memiliki makna penting bagi perkembangan psikologis anak. "Kenapa ayah, karena menjadi sosok bagi anak-anak. Harapannya melalui perhatian ayah, anak dapat semangat dalam belajar," katanya.
Namun demikian, Isdiyantoro menegaskan pelaksanaan GAMAS tidak bersifat wajib. Menurutnya, kondisi pekerjaan setiap orang tua berbeda sehingga tidak semua ayah memiliki kesempatan mengantar anak ke sekolah.
"Profesi orang tua juga bermacam-macam, ada yang buruh, wirausaha atau profesi lain yang tidak bisa ditinggal," ujarnya.
Baca Juga: MPLS 2026 SMPN 4 Pengasih Kulon Progo Tetap berlangsung, Walau Hanya Empat Siswa yang Mendaftar
Ia menambahkan, surat edaran Bupati Gunungkidul mengenai pelaksanaan GAMAS hanya bersifat imbauan.
"Edaran bupati bersifat himbauan, jadi tidak ada kewajiban mutlak," imbuhnya.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SD Wonosari Baru menerima 56 peserta didik baru yang terbagi dalam dua rombongan belajar. Selain mengikuti Gerakan Ayah Mengantar Anak, para siswa juga menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, tata tertib, serta budaya sekolah sebagai bekal beradaptasi pada jenjang pendidikan dasar.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja