Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gegara Macet Panjang di Jalur Wisata Gunungkidul, Sopir Bus Pakai Jalur Nonbus karena Dikejar Waktu

Dzika Fajar • Senin, 6 Juli 2026 | 06:07 WIB

 

Bus Melintasi Jalur Nonbus di Jalan Menuju Pantai
Bus Melintasi Jalur Nonbus di Jalan Menuju Pantai

 

 

Kepadatan arus lalu lintas pada puncak libur semester di kawasan wisata Gunungkidul membuat sejumlah sopir bus pariwisata memilih jalur alternatif yang bukan diperuntukkan bagi kendaraan berukuran besar.

 Langkah tersebut diduga dilakukan untuk memangkas waktu tempuh di tengah kemacetan panjang menuju kawasan pantai pada Minggu (5/7).

 

Penggunaan jalur nonbus oleh kendaraan besar menjadi perhatian warga karena ruas jalan yang dilalui relatif sempit, berkelok, dan berada di kawasan permukiman. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat arus lalu lintas sekaligus meningkatkan risiko bagi pengguna jalan lainnya.

 Baca Juga: Sikapi Sensus Ekonomi, Masyarakat Pertanyakan Kerahasiaan Data; Ditanya-tanya Pendapatan, Pelaku Usaha di Jogja Khawatir Berkaitan

Salah satu sopir bus pariwisata Rudi Laksono, mengaku terpaksa memilih jalur alternatif karena membawa rombongan wisata yang telah memiliki jadwal perjalanan.

Namun, upaya tersebut tidak membuat perjalanan menjadi lebih cepat karena bus tetap terjebak kemacetan. "Kami masuk pukul 11.00, sampai sekarang pukul 14.00 lebih masih kejebak," ujar Rudi.

 

Menurutnya, rombongan yang dibawanya berasal dari Sragen dan telah memiliki agenda yang telah disusun oleh agen perjalanan. Sehingga keterlambatan akan berdampak pada rangkaian perjalanan berikutnya.

Baca Juga: Suporter Meksiko Gruduk Hotel Pemain Inggris untuk Ganggu Waktu Istirahat Jelang Laga Babak 16 Besar Piala Dunia

"Kami membawa rombongan dan agen perjalanan, sudah terjadwal dan harus ngejar waktu karena sudah janjian dengan rumah makan," katanya.

 

Di sisi lain, Eko warga sekitar yang secara sukarela membantu mengatur lalu lintas di lokasi, menyayangkan masih adanya bus pariwisata yang melintas di jalur tersebut. Menurutnya, kondisi jalan tidak dirancang untuk dilalui kendaraan berukuran besar.

"Jalan sempit seharusnya tidak dilewati bus," tegas Eko.

 

Meski demikian, Eko menilai kondisi ini lebih dipengaruhi oleh tingginya volume kendaraan saat musim liburan. Pada hari-hari biasa, bus pariwisata jarang melintasi jalur tersebut."Kalau tidak ramai seperti ini, sebenarnya bus jarang yang lewat jalur nonbus," ujarnya. (cr1/pra)

 

 

Editor : Heru Pratomo
#jalan menuju pantai #sopir bus #macet #jalur wisata #Gunungkidul