Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jangan Asal Bakar Sampah, di Gunungkidul Sudah Terjadi Dua Kebakaran Lahan dalam Sepekan

Editor News • Sabtu, 4 Juli 2026 | 01:23 WIB

 

EVAKUASI - Penduduk berada di lokasi tewasnya kakek Sadiyo warga Widoro Kulon RT 05/07, Bunder, Patuk, Sadiyo yang terjebak kebakaran lahan, Kamis (2/11)
EVAKUASI - Penduduk berada di lokasi tewasnya kakek Sadiyo warga Widoro Kulon RT 05/07, Bunder, Patuk, Sadiyo yang terjebak kebakaran lahan, Kamis (2/11)

 

 

Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Dalam sepekan terakhir, sedikitnya dua kejadian kebakaran lahan telah terjadi di wilayah Gunungkidul.

Kebakaran pertama terjadi di Kalurahan Botodayaan, Kapanewon Rongkop, pada Senin (29/6). Selang beberapa hari kemudian, kebakaran kembali terjadi di Kalurahan Bendungan, Kapanewon Karangmojo, Kamis (2/7). Kedua peristiwa tersebut menjadi peringatan dini meningkatnya risiko kebakaran seiring mengeringnya vegetasi pada musim kemarau.

Merespons kondisi tersebut, BPBD Gunungkidul melalui Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) terus meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus mengintensifkan upaya pencegahan kepada masyarakat.

Baca Juga: Tak Mau Campuri Ranah Teknis Pelatih, Dirut PSIM Jogja Yuliana Tasno Andalkan Profesionalisme Tim Kepelatihan

Kepala Subbagian Tata Usaha Damkarmat BPBD Gunungkidul, Ngadiyono, mengatakan sebagian besar kebakaran lahan dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah maupun pembersihan lahan yang dilakukan tanpa pengawasan.

"Kemarau panjang kemudian masyarakat bersih-bersih tanpa pengawasan, akhirnya membakar lahan bahkan hutan," ujarnya saat ditemui di Pangkalan Damkar BPBD Gunungkidul.

Menurutnya, musim kemarau tahun ini masih berada pada tahap awal sehingga potensi kebakaran diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada September mendatang.

Baca Juga: Jelajahi Setiap Jengkal Lapangan, Dominikus Dion Buktikan Diri sebagai Gelandang Paket Komplet PSS Sleman

"Ini baru awal musim kemarau. Kemungkinan puncaknya pada September,” tuturnya. “Karena itu kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya pembakaran sampah maupun lahan.”

Ngadiyono mengingatkan masyarakat agar tidak mengulangi tingginya angka kebakaran yang pernah terjadi pada 2023. Saat itu, BPBD Gunungkidul mencatat sebanyak 131 kejadian kebakaran dalam satu tahun, menjadi jumlah tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. "Jangan sampai kondisi itu terulang kembali," tegasnya.

Ia menyebut sejumlah wilayah dengan kawasan hutan yang luas memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau.

Baca Juga: Ironi Kota Sepeda: Pesepeda Dihadang Masuk Malioboro, Warga Lokal Merasa Dianaktirikan Demi Wisatawan

"Daerah yang rawan antara lain Playen, Nglipar, dan Ngawen karena memiliki kawasan hutan yang cukup luas, termasuk hutan lindung. Masyarakat di wilayah tersebut harus lebih waspada," imbuhnya.

Selain mengedepankan langkah preventif melalui edukasi, BPBD Gunungkidul juga terus meningkatkan kapasitas pelayanan penanganan kebakaran. Salah satunya dengan mengembangkan armada yang mampu menjangkau medan sulit serta menambah pos pemadam kebakaran di sejumlah wilayah strategis.

 "Kami akan terus berupaya meningkatkan kapasitas, termasuk menghadirkan kendaraan yang lebih sesuai dengan kondisi medan dan menambah pos pemadam kebakaran," jelasnya. (cr1/pra)

Editor : Heru Pratomo
#kebakaran lahan #Gunungkidul #BPBD #bakar sampah