Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

MBG Libur Bikin Pasokan Sayuran di Gunungkidul Melimpah dan Jadi Lebih Murah

Editor Content • Jumat, 3 Juli 2026 | 08:09 WIB

 

Caption: Cara menyimpan sayur dan buah buahan agar awet .
Caption: Cara menyimpan sayur dan buah buahan agar awet .

 

 

Di Gunungkidul, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Gunungkidul terpantau relatif stabil dengan beberapa komoditas mengalami penurunan.

Berdasarkan pantauan tim redaksi pada Kamis (2/7), harga beras berada di kisaran Rp 14.900 per kilogram, daging ayam broiler Rp 30.000 per kilogram, ayam kampung Rp 100.000 per kilogram, cabai merah Rp 30.000 per kilogram, cabai rawit Rp 35.000 per kilogram, bawang merah Rp 40.000 per kilogram, dan bawang putih Rp 40.000 per kilogram.

Data Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Gunungkidul menunjukkan terjadi penurunan harga pada sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional dalam beberapa pekan terakhir. Komoditas yang mengalami penurunan di antaranya telur ayam ras, daging ayam, cabai, serta beberapa jenis sayuran.

Baca Juga: Seluruh Lurah di Depok Sleman Terjerat Korupsi TKD, Pengawasan di Wilayah Potensial Diperketat

Kabid Perdagangan Disdag Gunungkidul Risheryani mengatakan, penurunan harga tersebut dipengaruhi oleh melimpahnya pasokan dari daerah sentra produksi, sementara permintaan masyarakat tidak mengalami peningkatan yang signifikan.

Salah satu faktornya karena supply-nya banyak. “Sayuran yang ada di Gunungkidul ini diambil dari daerah lain seperti Boyolali, Wonosobo, dan Magelang, dan kebetulan daerah-daerah tersebut sedang masa panen," ujarnya, Kamis (2/7).

Selain meningkatnya pasokan, Risheryani menyebut liburnya program makan bergizi gratis (MBG) juga turut memengaruhi kondisi pasar. "Faktor lainnya seperti MBG yang sedang libur," katanya.

Baca Juga: Satu Kali Pengurusan Dapat Lima Dokumen, Disdukcapil Bantul Susun Rencana Integrasi Dokumen Kependudukan Bayi Baru Lahir

Menurutnya, selama program MBG tidak berjalan, pasokan sayuran yang biasanya disalurkan ke dapur penyedia makanan dialihkan ke pasar tradisional. Kondisi tersebut menyebabkan stok komoditas hortikultura meningkat sehingga harga mengalami penurunan. "Sayuran yang biasanya disuplai ke dapur MBG, saat ini dilimpahkan ke pasar sehingga stoknya melimpah," tambahnya.

Meski harga sejumlah komoditas mengalami penurunan, Dinas Perdagangan menilai kondisi tersebut masih dipengaruhi mekanisme pasar. Pemerintah daerah memiliki keterbatasan untuk melakukan intervensi ketika harga berada di bawah harga normal.

 "Kalau barangnya sudah murah, kami sudah sulit melakukan intervensi. Tetapi kalau barangnya mahal, seperti saat harga telur sempat mencapai Rp30 ribu per kilogram, kami bisa melakukan intervensi," jelasnya.

Baca Juga: Sambut Baik! Penurunan Harga Tiket Masuk Pansela Barat Bantul Dongkrak Kunjungan Wisatawan Meski Belum Signifikan

Kendati demikian, disdag memastikan tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui pemantauan harga secara rutin di pasar-pasar tradisional. Risheryani mengatakan pihaknya setiap pagi melakukan monitoring harga di tingkat pedagang untuk mengetahui perkembangan harga berbagai komoditas.

Data tersebut kemudian dilaporkan kepada pemerintah pusat sebagai dasar pengambilan kebijakan apabila terjadi gejolak harga. 

Selain melakukan pemantauan, Dinas Perdagangan juga terus berkoordinasi dengan distributor, pedagang, dan instansi terkait guna memastikan distribusi komoditas pangan berjalan lancar. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mempertahankan stabilitas harga di Kabupaten Gunungkidul. (cr1/pra)

Editor : Heru Pratomo
#MBG Libur #harga komoditas #sayuran #Gunungkidul #Dinas Perdagangan