GUNUNGKIDUL – Badan Pusat Statistik (BPS) Gunungkidul mencatat laju inflasi di wilayahnya pada Juni 2026 masih lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi DIY maupun nasional.
Kondisi tersebut menunjukkan harga barang dan jasa di Bumi Handayani masih relatif terkendali meski terjadi kenaikan pada sejumlah komoditas.
Kepala BPS Gunungkidul Agus Hartato mengatakan, inflasi bulanan (month-to-month) pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,28 persen, sedangkan inflasi tahunan (year-on-year) mencapai 2,69 persen.
Baca Juga: Ada Layanan SIM Malam Hari, Ini Jadwal Lengkap Pelayanan SIM di Gunungkidul Juli 2026
"Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi DIY dan nasional," ujarnya dalam rilis perkembangan indeks harga konsumen (IHK) yang digelar di kantornya, Rabu (1/7/2026).
Dia menjelaskan, secara tahunan, inflasi terjadi karena IHK naik dari 107,80 pada Juni 2025 menjadi 110,70 pada Juni 2026. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran.
Terutama makanan, minuman dan tembakau, transportasi, pakaian dan alas kaki, serta perawatan pribadi serta jasa lainnya.
Baca Juga: Pengusaha Tahan PHK, Apindo Kota Magelang Andalkan UMKM sebagai Bantalan Serap Tenaga Kerja
Adapun kelompok kesehatan menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan harga. Meski demikian, Agus menyoroti adanya fenomena yang berbeda pada pergerakan harga sejumlah komoditas pangan.
Saat harga berbagai bahan pokok cenderung stabil bahkan menurun, bawang merah justru mengalami kenaikan.
"Di saat komoditas bahan pokok lain (turun), komoditas seperti bawang merah mengalami kenaikan. Hal ini kami sebut sebagai sebuah anomali," katanya.
Baca Juga: Program Kecamatan Berdaya Terus Berproses, Targetkan Tahun Ini Terealisasi Seluruhnya
Sebaliknya, beberapa komoditas seperti daging ayam dan aneka sayuran justru mengalami penurunan harga.
Salah satu penyebabnya karena berkurangnya permintaan selama program makan bergizi gratis (MBG) diliburkan bersamaan dengan masa libur sekolah.
"Komoditas lain seperti ayam dan sayuran cenderung mengalami penurunan karena salah satu faktornya adalah MBG yang sedang libur," jelasnya.
Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta Sukses Gelar "Astra Motor Menyapa Desa Wisata Krebet"
Dia menilai pergerakan harga sejumlah komoditas tersebut masih berada dalam kondisi yang wajar dan belum memberikan tekanan inflasi yang tinggi.
Dengan inflasi tahunan sebesar 2,69 persen yang masih berada di bawah rata-rata DIY maupun nasional, stabilitas harga di Gunungkidul dinilai tetap terjaga pada pertengahan tahun 2026. (cr1/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita