GUNUNGKIDUL - Seorang anak buah kapal (ABK) KM Vinona 1A mengalami kecelakaan kerja saat melaut di perairan Pantai Sadeng, Kapanewon Girisubo, Kamis petang (25/6). Korban terjatuh dari tangga dek kapal hingga mengalami cedera pada bagian dada dan harus dievakuasi ke rumah sakit setelah kapal merapat di Pelabuhan Sadeng.
Korban diketahui bernama Marno, 43, warga Api-api, Wonokerto, Pekalongan. Saat kejadian, kapal purse seine yang diawakinya telah delapan hari melakukan aktivitas penangkapan ikan di laut.
Koordinator Lapangan Regu I Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I Sadeng Joko Pujiono mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima petugas, kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.00. Korban terpeleset saat menaiki tangga di dalam dek kapal.
“Korban terjatuh dari ketinggian kurang lebih dua meter dan membentur galangan pintu ruang mesin. Korban sempat tidak sadarkan diri beberapa saat,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (26-6-2026).
Setelah sadar, korban mengeluhkan nyeri hebat pada tulang rusuk sebelah kiri hingga tidak mampu duduk. Melihat kondisi tersebut, seluruh awak kapal sepakat menghentikan aktivitas melaut dan mengarahkan kapal menuju Pelabuhan Sadeng agar korban segera memperoleh penanganan medis.
Salah seorang ABK kemudian menghubungi pelapor di darat yang selanjutnya meneruskan informasi kepada Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I Sadeng. Laporan resmi diterima petugas sekitar pukul 15.30. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas SAR Pantai Sadeng langsung berkoordinasi dengan unsur TNI Angkatan Laut, Kepolisian Perairan, serta nelayan setempat untuk menyiapkan proses evakuasi ketika kapal tiba di pelabuhan.
“Kami langsung menyiapkan personel dan ambulans agar korban bisa segera dievakuasi begitu kapal sandar,” ujar Joko.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I Sadeng Sunu Handoko menambahkan, KM Vinona 1A akhirnya tiba di Dermaga Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng sekitar pukul 17.55 WIB. Korban kemudian dipindahkan ke ambulans dan langsung dilarikan ke RS Panti Rahayu untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Setibanya di rumah sakit, korban dalam kondisi sadar dan langsung mendapatkan penanganan dari tim medis,” katanya.
Sunu mengimbau para nelayan dan awak kapal agar selalu mengutamakan keselamatan kerja selama melaut. Aktivitas di atas kapal yang dipengaruhi gelombang, kondisi cuaca, maupun ruang gerak yang terbatas memiliki risiko kecelakaan cukup tinggi sehingga penggunaan alat keselamatan dan kehati-hatian harus menjadi prioritas.
“Keselamatan kerja di atas kapal harus menjadi perhatian seluruh awak kapal agar kejadian serupa dapat diminimalkan,” tandasnya. (bas)
Editor : Bahana.