“Sosialisasi ini agar progam beasiswa pendidikan menengah itu semakin luas diketahui masyarakat. Beasiswa ini menjadi upaya nyata pemerintah daerah bersama DPRD DIY mewujudkan pendidikan yang merata, terjangkau, dan berkualitas,” ucap Arif di Balai Kalurahan Banaran, Selasa (23/6).
Pemberian beasiswa itu dilakukan dalam rangka menjamin keberlangsungan belajar bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu atau keluarga miskin dalam rangka meningkatkan angka partisipasi pendidikan menengah. Kemudian menjamin keberlangsungan belajar bagi penduduk DIY dari keluarga kurang mampu, keluarga miskin, dan/atau berprestasi dalam rangka meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi.
Baca Juga: Wali Murid Kesulitan Buat Akun SPMB, Pilih Datangi Posko Layanan di Sekolah
“Diaturnya pemberian beasiswa itu juga dalam rangka menunjang tercapainya visi pembangunan pendidikan daerah,” terang Arif. Dikatakan, ada enam jenis beasiswa yang diatur dalam pergub tersebut. Selain beasiswa peserta didik pendidikan menengah, ada beasiswa peserta didik disabilitas, beasiswa mahasiswa, beasiswa guru, dan beasiswa berkelanjutan bagi pemuda, serta beasiswa pegawai negeri sipil (PNS).
Total anggaran beasiswa yang disediakan mencapai Rp 35 miliar. Sumbernya dari dana keistimewaan dan APBD DIY. Kembali soal beasiswa pendidikan menengah itu, Arif berharap bisa mendorong peningkatan mutu pendidikan dan akses pendidikan bagi masyarakat. “Tak ada lagi siswa usia SMA/SMK yang kesulitan melanjutkan pendidikan menengah karena terbentur biaya,” pintanya.
Harapannya, beasiswa pendidikan menengah itu dapat mendorong terwujudnya pemerataan pendidikan. Kemudian mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang mudah dengan biaya terjangkau. “Ujungnya kita ingin meningkatkan kualitas pendidikan,” kata Arif.
Khusus pendidikan menengah ada tiga bantuan beasiswa. Pertama, beasiswa Kartu Cerdas. Ditujukan bagi siswa tidak mampu yang menempuh pendidikan SMA/SMK di DIY. Nilai anggaranya untuk siswa SMA Rp 7,8 miliar dan SMK Rp 15 miliar. Totalnya sebesar Rp 22,8 miliar.
Kedua, beasiswa Retrieval. Bantuan diberikan untuk pelajar yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke SMA/SMK. Alokasinya untuk SMA Rp 300 juta dan SMK Rp 375 juta sehingga mencapai Rp 675 juta.
Ketiga, beasiswa jaminan kelangsungan pendidikan. Diberikan khusus bagi mereka yang ijazahnya ditahan karena belum memenuhi biaya pendidikan. Kejadiannya sering dijumpai di lembaga pendidikan swasta. Nilai anggaranya SMA Rp 800 juta dan SMK Rp 1,6 miliar. Keseluruhan nilainya Rp 2,4 miliar.
Arif ingin sekolah proaktif mengurus beasiswa pendidikan menengah itu. Alasannya, mekanisme distribusi beasiswa melalui sekolah. Pengajuan usulan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY. Tidak langsung oleh siswa atau orang tua. Tapi usulan diajukan sekolah.
Staf Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Andiyanto Eko Saputro menjelaskan, sosialisasi beasiswa pendidikan menengah itu bertujuan mendorong peningkatan partisipasi pendidikan. Dia mengatakan, penerima beasiswa pendidikan menengah pada 2026 ini sudah ada keputusan gubernur. “Sosialisasi ini untuk penerima tahun depan, 2027,” terangnya. (kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita