GUNUNGKIDUL - Kemunculan ubur-ubur jenis impes mulai meningkat di kawasan pantai selatan Gunungkidul. Total sudah ada delapan wisatawan yang dilaporkan tersengat dalam sebulan terakhir. Mayoritas korban merupakan anak-anak yang tertarik memegang ubur-ubur berwarna biru yang terdampar di bibir pantai.
Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron Marjono mengatakan, kasus terbaru terjadi di Pantai Sepanjang pada Minggu (14/6). Saat itu, lima wisatawan mengalami sengatan impes setelah beraktivitas di kawasan pantai. "Sebelumnya juga ada tiga anak yang tersengat impes pada pertengahan Mei. Jadi total sudah delapan orang," ujarnya saat dihubungi Rabu (17/6).
Menurut Marjono, kemunculan impes merupakan fenomena tahunan yang biasa terjadi saat musim kemarau. Biota laut ini umumnya muncul pada pertengahan Juni hingga Agustus.
Ia menjelaskan, impes memiliki bentuk menyerupai gelembung kecil berwarna biru yang sering terdampar di area pasir maupun mengambang di pinggiran pantai. Bentuknya yang mirip balon kecil berwarna biru ini kerap menarik perhatian wisatawan, terutama anak-anak untuk menjadikannya mainan.
"Dampaknya bisa menyebabkan gatal-gatal dan rasa panas seperti terkena luka bakar. Bahkan pada kasus yang berat bisa sampai sesak napas dan pingsan," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron Surisdiyanto menyebut, wisatawan yang tersengat impes dapat melakukan penanganan darurat apabila lokasi kejadian jauh dari pos SAR. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah membasuh area yang tersengat menggunakan air tawar. Setelah itu, tentakel atau bagian yang masih menempel di kulit harus segera dibersihkan untuk mengurangi efek sengatan. "Setelah itu tetap disarankan mendapatkan penanganan lebih lanjut," katanya.
Menurut Surisdiyanto, lima korban sengatan yang terjadi di Pantai Sepanjang pada Minggu lalu didominasi anak-anak. Meski demikian, hingga saat ini kemunculan impes masih tergolong landai. "Kami tetap mengingatkan wisatawan agar waspada karena puncak musim impes diperkirakan masih akan berlangsung pada Juli hingga Agustus," tandasnya. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita