GUNUNGKIDUL - Seekor Beruk Sumatera yang lepas dari kandang penangkaran di Unit Perlindungan Satwa (UPS) Bunder, Kapanewon Playen, menyebabkan dua warga terluka sebelum akhirnya berhasil diamankan petugas pada Selasa (9/6). Satwa berkelamin jantan tersebut sebelumnya sempat berkeliaran hingga radius lima kilometer dari lokasi penangkaran dan beberapa kali masuk ke permukiman warga.
Koordinator UPS Bunder Apri Apriyanto mengatakan, beruk tersebut lepas setelah kandangnya jebol pada Minggu sore (7/6). Petugas, kata dia, sempat berupaya melakukan penangkapan, namun satwa itu berhasil melarikan diri ke kawasan hutan dan permukiman warga. Menurut Apri, sehari setelah lepas, beruk tersebut sudah berada sekitar tiga kilometer dari UPS Bunder dan sempat masuk ke kawasan permukiman warga.
Baca Juga: Website BKAD Kulon Progo Disulap Jadi Situs Judol, Akun RSUD NAS Kena Retas Modus Giveaway Emas
“Hari ini sudah sekitar lima kilometer. Saat berada tiga kilometer dari lokasi, beruk sempat masuk ke perkampungan warga,” ujarnnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (9/6).
Ia mengakui keberadaan satwa tersebut sempat memicu kepanikan warga karena beberapa kali menunjukkan perilaku agresif. Bahkan, dua warga dilaporkan mengalami luka akibat serangan beruk tersebut. Dua korban yang mengalami luka yakni F, 6, dan Rubijan, 50, warga Padukuhan Gading VIII, Kalurahan Gading, Kapanewon Playen. Keduanya mengalami luka saat berusaha menghindari maupun menolong korban ketika beruk memasuki area ladang warga.
Baca Juga: DLH Bantul Klaim 95 Persen Sampah Telah Dipilah sesuai Jadwal Pengangkutan
“Sempat menyerang warga kemudian lari karena diuber masyarakat. Hari ini akhirnya berhasil diamankan sekitar pukul 11.00 dengan cara dibius oleh tim,” jelas Apri.
Sementara itu, ibu korban F, Nanik Winarsih (37) mengaku, tidak menyangka satwa liar tersebut akan menyerang anaknya. Saat kejadian, dirinya bersama sang anak sedang mencari pakan ternak di ladang. Menurut Nanik, sebelum kejadian anaknya justru tertarik melihat satwa tersebut. Bahkan sempat berkomentar mengenai penampilan beruk yang dianggap menarik.
Baca Juga: Biaya Operasional CUkup Besar, Dua Bus Sekolah di Bantul Baru Akan Beroperasi 2027
“Anak saya malah sempat ngomong ke saya kalau monyet itu ganteng,” ujarnya.
Namun tidak lama kemudian, beruk tersebut mendekati korban dan langsung merangkul tubuh bocah tersebut hingga terjatuh ke tanah. Akibat kejadian tersebut, F mengalami luka di bagian paha bawah kaki kanan dan harus mendapatkan perawatan medis. Korban bahkan sempat menjalani penjahitan akibat luka yang dideritanya.
“Saya tidak tahu itu luka karena dicakar atau digigit,” katanya.
Nanik menjelaskan, beruk baru melepaskan anaknya setelah sejumlah warga datang memberikan pertolongan. Salah satunya Rubijan yang kemudian justru menjadi korban kedua karena diserang balik oleh satwa tersebut.
“Beruk itu baru melepaskan anak saya setelah diusir warga. Ada warga yang mau menolong malah diserang balik dan juga luka lengan bawahnya,” ujarnya.
Setelah berhasil dibius dan diamankan, kondisi beruk kini kembali berada dalam pengawasan petugas. Mengenai penanganan lebih lanjut terhadap satwa tersebut, pihak UPS Bunder masih menunggu arahan dari pimpinan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jogjakarta.
“Untuk tindakan selanjutnya kami masih menunggu instruksi dari pimpinan,” pungkas Apri mengakhiri. (bas)
Editor : Sevtia Eka Novarita