Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Investasi Rp 394 Miliar Serap 7.147 Tenaga Kerja, Industri Jadi Penyumbang Terbesar di Gunungkidul

Yusuf Bastiar • Selasa, 9 Juni 2026 | 05:00 WIB
Grafik Investasi.
Grafik Investasi.

GUNUNGKIDUL - Realisasi investasi di Kabupaten Gunungkidul hingga akhir Mei 2026 telah mencapai Rp 394,04 miliar. Dari nilai investasi tersebut, sebanyak 7.147 tenaga kerja berhasil terserap melalui ribuan proyek yang tersebar di seluruh wilayah Gunungkidul. Penata Perizinan Ahli Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul Mugiyanto mengatakan, penyerapan tenaga kerja tersebut berasal dari laporan yang masuk melalui sistem Online Single Submission (OSS) dan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

 
“Dari investasi yang masuk sebesar Rp 394,04 miliar, sudah ada penyerapan tenaga kerja sebanyak 7.147 orang. Data ini berasal dari laporan OSS sebanyak 6.878 pekerja dan laporan LKPM sebanyak 269 tenaga kerja,” ujarnya saat ditemui di Wonosari, Senin (8/6).
 
Baca Juga: BBM Non Subsidi Naik Dua Kali Lipat, Anggaran Operasional Bus Sekolah di Kulon Progo Membengkak, Tambahan Dana Diusulkan
 
Menurut dia, capaian investasi hingga Mei tersebut telah mendekati separuh target investasi yang dibebankan kepada Pemkab Gunungkidul pada tahun ini. Adapun target investasi 2026 ditetapkan sebesar Rp 858,56 miliar. Mugiyanto menjelaskan, sektor perindustrian masih menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp 170 miliar. Selanjutnya sektor perdagangan menyumbang Rp96,02 miliar, energi dan sumber daya mineral (ESDM) Rp 51,68 miliar, pertanian Rp 32,16 miliar, serta sektor pariwisata sebesar Rp 29,7 miliar.
 
Ia menilai iklim investasi di Gunungkidul terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025 lalu, realisasi investasi bahkan mampu melampaui target yang ditetapkan pemerintah. “Pada tahun 2025 target investasi sebesar Rp 831,43 miliar, sedangkan realisasinya mencapai Rp 851,74 miliar. Artinya investasi yang masuk terus tumbuh dengan baik,” jelasnya.
 
Baca Juga: Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-Yong Sebagai Pelatih Kepala Baru Arungi Super League Musim 2026/27
 
Menurut Mugiyanto, investasi yang masuk ke Gunungkidul masih didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Sepanjang 2025, nilai PMDN tercatat mencapai Rp779 miliar, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp72 miliar. Adapun sektor yang paling diminati investor pada tahun lalu adalah pertanian dan peternakan dengan nilai investasi Rp 174 miliar. 
 
“Itu semua disusul pada sektor pariwisata Rp170 miliar, perdagangan Rp159 miliar, kesehatan Rp 137 miliar, dan perindustrian Rp 115 miliar,” paparnya.
 
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Gunungkidul Mohammad Arif Aldian mengatakan, capaian investasi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi di Gunungkidul semakin berkembang dan produktif. Dampaknya, kata dia, tidak hanya dirasakan dari meningkatnya nilai investasi, tetapi juga terbukanya lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
 
“Dampaknya sangat luas mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga laju pertumbuhan ekonomi yang semakin baik,” ujarnya.
 
Baca Juga: Buta dengan Kekuatan Mozambik, Ivar Jenner: Kami Fokus Pada Diri Kami Sendiri
 
Arif menjelaskan, hingga saat ini investasi yang masuk tercatat dalam 8.127 proyek yang tersebar di 18 kapanewon. Kapanewon Wonosari menjadi wilayah dengan jumlah proyek terbanyak, yakni mencapai 1.660 proyek. Selain Wonosari, Kapanewon Playen juga menjadi salah satu kawasan yang cukup diminati investor dengan jumlah 1.049 proyek. Kemudian Kapanewon Semanu sebanyak 568 proyek dan Ponjong mencapai 530 proyek.
 
“Sisanya ada sebanyak 4.320 proyek tersebar di 13 kapanewon lainnya,” terangnya.
 
Menurut Arif, sebaran investasi yang semakin merata menunjukkan pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan. Melihat kondisi pertumbuhan tersebut, ia yakin sektor investasi mampu mendorong pemerataan pembangunan sekaligus membuka peluang usaha baru di berbagai wilayah Gunungkidul.
 
“Harapannya investasi yang terus tumbuh ini dapat memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat dan mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Gunungkidul,” pungkasnya mengakhiri. (bas)
 
 
Editor : Sevtia Eka Novarita
#nilai investasi #Gunungkidul #investasi #tenaga kerja #industri