GUNUNGKIDUL - Kedelai hitam varietas Malika yang dibudidayakan petani Panggang tidak hanya berhasil menembus pasar industri nasional. Tetapi juga menawarkan produktivitas yang menguntungkan. Dengan modal tanam sekitar 2 kilogram benih, petani dapat memanen hingga 60 kilogram kedelai. Menjadikannya salah satu komoditas potensial untuk dikembangkan di wilayah selatan Gunungkidul.
Panewu Panggang Sustiwiningsih mengatakan, keberhasilan pengembangan kedelai hitam Malika merupakan hasil dari inovasi dan kerja keras petani yang selama ini terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian. Saat ini, kedelai hitam yang dibudidayakan petani Panggang telah menjalin kemitraan dengan PT Unilever sebagai bahan baku industri kecap. “Biasanya kedelai ditanam setelah musim tanam dua selesai, ketika memasuki musim kemarau,” ujarnya Jumat (5/6).
Menurutnya, kerja sama tersebut membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian masyarakat. Keberhasilan itu juga menjadi indikator bahwa petani Panggang mampu menghasilkan komoditas berkualitas dan berdaya saing tinggi.
“Ini merupakan peluang besar yang perlu terus dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh semakin banyak petani,” jelasnya.
Baca Juga: Segera Tunjuk Plt, Penonaktifan Sementara Lurah Condongcatur Diperkirakan Selesai Dua Minggu
Sustiwiningsih menilai, keberhasilan kedelai hitam Malika menembus pasar industri menjadi bukti bahwa sektor pertanian Panggang memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Selain meningkatkan kesejahteraan petani, pengembangan komoditas tersebut juga berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan daerah.
Terlebih, karakteristik lahan kering yang mendominasi kawasan Panggang justru dinilai cocok untuk pengembangan berbagai tanaman pangan bernilai ekonomi. “Perlu pengembangan diversifikasi pangan sesuai potensi wilayah supaya masyarakat memiliki pilihan sumber pangan sekaligus peluang peningkatan pendapatan,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kapanewon Panggang Artika mengatakan, pihaknya terus menyampaikan berbagai informasi terkait program pembangunan pertanian, penguatan kelembagaan petani, hingga perkembangan komoditas pertanian di wilayah Panggang. Selain mendorong pengembangan komoditas unggulan, BPP juga mengingatkan kelompok tani agar segera melakukan penebusan pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang telah tersedia. “Percepatan penebusan pupuk menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung produktivitas pertanian,” jelasnya.
Menurut Artika, sinergi antara petani, kelompok tani, penyuluh, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas sektor pertanian. Dengan dukungan sarana produksi yang memadai serta penguatan kelembagaan petani, pengembangan komoditas unggulan seperti kedelai hitam Malika diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Panggang.
“Selain itu, kelompok tani juga diminta aktif berkoordinasi dengan penyuluh pertanian apabila menemui kendala dalam proses penebusan maupun distribusi pupuk,” pungkasnya. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita