Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kebakaran Lahan Perdana di Gunungkidul Dipicu Aktivitas Bakar-Bakar, Warga Berhasil Padamkan Api

Yusuf Bastiar • Rabu, 3 Juni 2026 | 21:45 WIB
EVAKUASI: Personel Damkarmat Gunungkidul sedang menyisir area lahan untuk memastikan tidak ada nyala api yang berpotensi memicu kebakaran lanjutan. (Dokumentasi Damkarmat Gunungkidul)
EVAKUASI: Personel Damkarmat Gunungkidul sedang menyisir area lahan untuk memastikan tidak ada nyala api yang berpotensi memicu kebakaran lanjutan. (Dokumentasi Damkarmat Gunungkidul)

GUNUNGKIDUL - Kebakaran lahan pertama pada musim kemarau tahun ini terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Teptnya di lahan milik pondok pesantren di Kalurahan Jeruksari, Wonosari yang terbakar Selasa petang (2/6). Beruntung, respons cepat warga berhasil mencegah api meluas sehingga kebakaran dapat dipadamkan sebelum menjalar ke area permukiman.

Kasubag Tata Usaha Damkar dan Penyelamatan (Damkarmat) Gunungkidul Ngadiyono mengatakan, laporan kebakaran diterima pada pukul 17.45. Lokasi kebakaran berada sekitar 50 meter dari kawasan permukiman warga. Setelah menerima laporan, satu regu beranggotakan 10 personel langsung diberangkatkan ke lokasi dengan membawa armada pemadam beserta pasokan air.

Baca Juga: Sudah 87 Titik Api yang Muncul di Rumah Seyegan, BPPTKG Keruk Rawa untuk Keluarkan Gas

"Satu regu yang berisi 10 personel. Tim tiba di lokasi tidak lebih dari 10 menit," ujarnya kemarin (3/6).

Namun ketika petugas tiba di lokasi, api telah berhasil dipadamkan oleh warga setempat. Selanjutnya dilakukan penyisiran menyeluruh di area terdampak. Untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Baca Juga: Pecinta Literasi Bisa Merapat! Rekomendasi Toko Buku di Jogja yang Membuat Nostalgia

Ngadiyono menyebut, luas lahan yang terbakar kurang dari satu hektare. Kebakaran dipicu aktivitas pembakaran yang dilakukan warga dan ditinggalkan. 

Kepala Pelaksana Damkarmat Gunungkidul Handoko mengatakan, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa potensi kebakaran pada musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. "Tahun lalu masih termasuk kemarau basah karena intensitas hujan masih cukup tinggi. Tahun ini diperkirakan lebih panjang dan lebih kering," katanya.

Baca Juga: Persib Bandung Terima Bonus Fantastis dari Gubernur Jawa Barat Setelah Hattrick Juara, Dedi Mulyadi: Bukan dari APBD

Karena itu, sambung Handoko, masyarakat diminta menghindari aktivitas pembakaran terbuka, terutama di area lahan dan pekarangan. Jika terpaksa menyalakan api, warga diminta untuk terus melakukan pengawasan dan tidak meninggalkannya tanpa pengawasan. "Api harus selalu dipantau agar tidak memicu kebakaran yang lebih besar," tegasnya. 

Handoko juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang apabila menemukan titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran. Penanganan awal yang cepat dan tepat dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah kerugian yang lebih besar. "Ketika ada titik api, jangan panik. Lakukan penanganan pertama sesuai kemampuan karena itu yang menjadi penentu agar kebakaran tidak berkembang lebih luas," lontarnya. (bas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#damkarmat gunungkidul #kebakaran lahan #kemarau #Gunungkidul #Kebakaran