Keluarga almarhum Rudi Indratna, petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gunungkidul yang meninggal dunia usai menjalankan tugas menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan senilai lebih dari Rp 43 juta. Santunan tersebut merupakan komitmen pemenuhan hak pekerja.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih memberikan langsung santunan untuk ahli waris. Santunan yang diberikan merupakan bagian dari perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang selama ini diikuti almarhum.
Dana tersebut, kata dia, terdiri atas sejumlah komponen, mulai dari santunan kematian, uang duka, biaya pemakaman hingga manfaat jaminan hari tua (JHT).
“Kami bersama BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum sebagai bentuk tanggung jawab dan pemenuhan hak pekerja. Nilainya lebih dari Rp 43 juta,” ujar Endah saat melakukan penyerahan, Senin (1/6).
Selain itu, manfaat jaminan pensiun (JP) bagi ahli waris masih dalam proses administrasi dan direncanakan dapat disalurkan pada awal Juni setelah seluruh persyaratan selesai dipenuhi. Menurut Endah, peristiwa yang menimpa almarhum menjadi pengingat pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja.
Ia mengajak masyarakat, khususnya pekerja di Gunungkidul, untuk menjaga kesehatan sekaligus memastikan diri terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
“Manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sangat besar. Tidak hanya jaminan hari tua dan pensiun, tetapi juga perlindungan bagi keluarga, termasuk pendidikan anak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Damkarmat Gunungkidul Handoko menjelaskan, almarhum Rudi Indratna meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sebelumnya, almarhum mengalami insiden saat perjalanan pulang usai menyelesaikan tugas piket.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.38 di kawasan simpang empat dekat kompleks DPRD Gunungkidul atau lampu APIL depan Kantor Pos Wonosari pada Selasa (5/5). Saat itu, lanjut Handoko, almarhum baru saja menyelesaikan tugas dan hendak pulang ke rumah.
“Baru selesai piket malam, saat perjalanan pulang di lampu merah dekat Alun-Alun Wonosari tiba-tiba terjatuh dari sepeda motor,” jelas Handoko.
Akibat kejadian tersebut, almarhum tidak sadarkan diri dan langsung mendapatkan penanganan medis. Namun, kata dia, kondisi kesehatannya tidak kunjung membaik hingga akhirnya meninggal dunia pada Minggu (10/5).
Berdasarkan informasi dari tenaga medis yang ia terima, Handoko menyebut almarhum diketahui mengalami gangguan jantung. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pembengkakan pada organ jantung yang diduga menjadi penyebab kondisi darurat kesehatan yang dialaminya.
“Bagi kami di Damkarmat Gunungkidul almarhum kami kenal sebagai sosok yang berdedikasi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya. (pra)
Editor : Heru Pratomo