Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Musim Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran, Damkarmat Gunungkidul ButuhTambahan Posko dan Armada Tangani Kejadian di Sisi Selatan

Yusuf Bastiar • Jumat, 29 Mei 2026 | 20:30 WIB
EVAKUASI: Petugas sedang melakukan pemadaman api di wilayah Wonosari beberapa hari lalu. (Dokumentasi Damkarmat Gunungkidul)
EVAKUASI: Petugas sedang melakukan pemadaman api di wilayah Wonosari beberapa hari lalu. (Dokumentasi Damkarmat Gunungkidul)

GUNUNGKIDUL - Unit Pelaksana Tugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gunungkidul hanya memiliki dua posko untuk menangani kebakaran di 18 kapanewon. Kondisi ini pun dinilai tidak ideal untuk penanganan kebakaran di sisi selatan. 

Kasubag TU Damkarmat Gunungkidul Ngadiyono menyebut, butuh waktu tempuh sekitar 45 menit hingga satu jam untuk menangani kebakaran di Kapanewon Panggang. Seperti saat terjadi kebakaran pada Kamis (28/5) malam. “Padahal waktu efektif penanganan kebakaran itu 10 sampai 15 menit sejak laporan masuk. Kalau lebih dari itu, api biasanya sudah membesar dan penanganannya menjadi tidak efektif,” bebernya Jumat (29/5).

Baca Juga: Bahasa Inggris Masuk Kurikulum Sekolah Dasar, Disdikpora Kulon Progo Pastikan Sekolah Siap

Karena itu, Damkarmat menilai penambahan posko, personel dan armada menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera direalisasikan. Terlebih dalam sepekan terakhir, kebakaran tidak hanya terjadi di Panggang. Tetapi ada di Kapanewon Girisubo. 

Dia pun khawatir, kebakaran akan semakin meningkat. Mengingat saat ini sudah memasuki musim kemarau. Faktor cuaca panas dan kondisi lingkungan yang kering membuat api mudah merembet dan membesar.

Baca Juga: Nor Jayadi Ciptakan Buffalo Lazy Chair, Kursi Estetik Berbahan Kayu Jati dan Kulit Kambing

“Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kejadian kebakaran akan terus meningkat seiring kemarau berlangsung panjang dan kering,” ujar Ngadiyono. 

Hanya saja, 30 persenel yang tersebar di Pos Wonosari dan Karangmojo dinilainya terbatas. Sebab seluruhnya masih dibagi menjadi tiga regu untuk siaga 24 jam. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengakui, kondisi geografis Gunungkidul yang luas dan berbukit membuat pelayanan pemadaman belum optimal jika hanya mengandalkan dua posko. “Dengan 18 kapanewon baru ada dua pos, memang belum ideal. Kami sedang mengusulkan penambahan pos di wilayah selatan karena pertumbuhan kawasan di sana cukup pesat,” kata Purwono.

Baca Juga: Puji Atmosfer Sepak Bola Sleman, Ansyari Lubis Dipastikan Bertahan di PSS

Selain penambahan posko, BPBD juga mengusulkan tambahan armada pemadam kebakaran. Usulan tersebut diajukan melalui dukungan dana keistimewaan maupun kerja sama hibah dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurut Purwono, penambahan sarana pemadam sudah menjadi kebutuhan mendesak mengingat ancaman kebakaran saat musim kemarau terus berulang setiap tahun.

“Topografi Gunungkidul ini memang membutuhkan penanganan cepat. Kalau jarak tempuh terlalu lama, respons darurat jadi kurang efektif,” tandasnya. (bas/eno)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#damkarmat gunungkidul #kemarau #posko #Kebakaran #BPBD