Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dua Sapi Kurban di Gunungkidul Terjangkit Cacing Hati, Ribuan Lainnya Dipastikan Sehat

Yusuf Bastiar • Kamis, 28 Mei 2026 | 15:28 WIB
Warga Tepus sedang menata daging kurban di pelataran Masjid Al Iman - Yusuf Bastiar/Radar Jogja
Warga Tepus sedang menata daging kurban di pelataran Masjid Al Iman - Yusuf Bastiar/Radar Jogja

 GUNUNGKIDUL - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul menemukan dua ekor sapi kurban yang terjangkit cacing hati saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban Iduladha 2026. Meski demikian, ribuan hewan kurban lainnya dipastikan dalam kondisi sehat dan dagingnya aman dikonsumsi masyarakat.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPP Gunungkidul Retno Widyastuti menghatakan, pada hari pertama penyembelihan, tercatat ada 1.775 titik lokasi penyembelihan hewan kurban di seluruh wilayah Gunungkidul.

Dari jumlah tersebut, hewan yang dipotyong meliputi 3.278 ekor sapi, 17.256 kambing, dan 1.763 domba. Total keseluruhan hewan kurban yang disembelih mencapai 22.297 ekor. Dari ribuan hewan kurban yang diperiksa, hanya ditemukan dua sapi yang mengalami cacing hati.

“Ada di dua lokasi, pertama di Girisubo dan di Wonosari. Masing-masing lokasi satu hewan kurban berupa Sapi,” ujar Retno kepada wartawan, Kamis (28/5/2026).

Menurut dia, temuan tersebut diketahui saat petugas melakukan pemeriksaan organ dalam atau post mortem setelah penyembelihan dilakukan. Organ hati dari dua sapi tersebut dinyatakan tidak layak konsumsi dan langsung diafkir. Namun, bagian organ lain maupun daging sapi dipastikan aman karena tidak ditemukan indikasi penyakit lain.

Baca Juga: Penemuan Mayat di Kali Ngrowo Ngentakrejo Kulon Progo Terbongkar, Pelaku Bunuh Korban Gegara Hutang

“Penanganannya hanya pada bagian hati yang terkena cacing. Organ lain aman dan tidak ditemukan kelainan,” ujarnya.

Retno menjelaskan, kasus cacing hati umumnya ditemukan pada sapi yang dipelihara di kawasan dekat persawahan. Selain itu, berdasarkan pantauan petugas, sebagian hewan kurban yang dipotong di Gunungkidul juga berasal dari luar daerah.

Meski ada temuan tersebut, pihaknya memastikan tidak ditemukan kasus penyakit menular lain pada hewan kurban selama proses pemantauan berlangsung.

“Kami memastikan seluruh daging kurban dari ribuan hewan yang dipotong di Gunungkidul layak konsumsi, sehat, dan aman bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain temuan cacing hati, Bidang Kesehatan Hewan DPP Gunungkidul juga mencatat satu ekor sapi untuk hewan kurban mati sebelum disembelih. Namun, kematian tersebut dipastikan bukan disebabkan penyakit.

Retno menyebut, akibat tali pengikat sapi diikat terlalu kencang, sehingga menjerat area leher sapi hingga meninggal. “Imi Terjadi juga di Wonosari. Dari identifikasi petugas, kematian terjadi karena tali pada leher diikat terlalu kencang sehingga hewan mati sebelum penyembelihan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DPP Gunungkidul Rismiyadi mengatakan, pihaknya menerjunkan sebanyak 220 petugas pemantau untuk mengawasi proses penyembelihan hewan kurban di berbagai titik.

Baca Juga: Belasan Sapi Kurban yang Disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) Giwangan Jogja Terinfeksi Cacing Hati

Petugas tersebut bertugas melakukan pemeriksaan ante mortem atau pemeriksaan kesehatan sebelum penyembelihan, serta pemeriksaan post mortem setelah hewan dipotong.

“Pemeriksaan meliputi kondisi fisik hewan maupun organ dalam guna mendeteksi adanya indikasi penyakit atau kelainan tertentu,” katanya.

Ratusan petugas itu disebar ke sejumlah lokasi penyembelihan guna memastikan pelaksanaan kurban memenuhi ketentuan kesehatan masyarakat veteriner. Pengawasan juga dilakukan agar daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat tetap aman dan sehat untuk dikonsumsi. “Pelaksanaan Iduladha di Gunungkidul berjalan aman,”pungkasnya. (bas)

Editor : Bahana.
#iduladha #kurban #Gunungkidul #hewan kurban #cacing hati