GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul optimistis target pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata tahun ini bisa penuhi target sebesar Rp 36,06 miliar bahkan sebelum akhir semester pertama. Ini mengingat capaian PAD wisata hingga Mei ini menunjukkan tren positif di angka Rp 27,13 miliar atau 75,24 persen dari target.
“Perkembangan wisata Gunungkidul sangat bagus. Kami optimistis target PAD 2026 bisa terpenuhi pada bulan Juni ini, ya pertengahan tahun,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul Hary Sukmono saat dihubungi, Rabu (27/5/2026).
Optimisme tersebut tidak lepas dari tingginya angka kunjungan wisatawan. Hingga 25 Mei 2026, jumlah wisatawan yang datang ke Gunungkidul tercatat mencapai 2.197.783 orang atau 67,85 persen dari target tahunan sebanyak 3.239.205 wisatawan.
Baca Juga: Terkait Kasus Dugaan Pemalsuan Riset, UNY Cari Tiga Alumninya
Hary menyebut, momentum libur sekolah pada Juni diprediksi akan kembali mendongkrak lonjakan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan di Gunungkidul.
Sejumlah indikator diyakini menjadi sinyal kuat bahwa target PAD dapat segera tercapai. Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi banyak pihak. Mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pembenahan sarana prasarana wisata, hingga penguatan tata kelola pemungutan retribusi.
“Kami banyak melakukan monitoring dan sidak di lapangan untuk memastikan petugas bekerja sesuai tugasnya. Sidak dilakukan tiap pekan dan waktunya rahasia,” katanya.
Instansi ini juga terus memperkuat transparansi pengelolaan pendapatan wisata. Setiap pekan pihaknya rutin mengunggah laporan realisasi PAD dan jumlah kunjungan wisatawan melalui media sosial resmi.
Selain itu, penerapan sistem pembayaran nontunai di TPR Baron kini menjadi pilot project pengawasan pendapatan wisata secara digital.
Melalui sistem tersebut, perkembangan pendapatan hingga jumlah pengunjung dapat dipantau secara real time melalui dashboard pendapatan daerah.
“Penambahannya bisa dipantau tiap menit dan tiap jam. Infrastruktur CCTV juga kami pantau terus, jadi pengawasan semakin diperketat,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Disparekrafpora Gunungkidul Eko Nur Cahyo menambahkan, lonjakan kunjungan paling signifikan terjadi di Pantai Drini dan Pantai Sepanjang setelah dilakukan penataan kawasan wisata.
Meski destinasi lain juga mengalami peningkatan kunjungan, Eko menyebut pertumbuhan paling menonjol tetap terjadi di kawasan dua pantai tersebut.
“Kalau di Pantai Sepanjang setelah penataan lonjakannya sangat signifikan. Wisatawan ramai tidak hanya sampai siang, tetapi sore hingga magrib juga masih padat,” tambahnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita