GUNUNGKIDUL – Jumlah sapi kurban bantuan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Gunungkidul tahun ini menurun. Hanya satu dan akan disembelih di Padukuhan Gebang, Pengkol, Nglipar pada Idul Adha 2026.
Proses penyembelihan hingga distribusi daging nantinya akan mendapat pendampingan langsung dari dokter hewan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul.
Kepala Bidang Peternakan DPP Gunungkidul Suyanto mengatakan, sapi kurban presiden merupakan sapi jenis simental milik peternak Sugeng, warga Padukuhan Kenteng, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari.
Sapi berusia tiga tahun satu bulan itu memiliki bobot mencapai 1,08 ton. “Kami sudah siapkan pengawasan penyembelihan. Penjaga ternak dan panitia juga sudah diberikan pelatihan terkait penyembelihan halal,” jelasnya ujarnnya kepada wartawan, Selasa (26/5).
Khusus di lokasi penyembelihan sapi bantuan presiden, pendampingan kesehatan hewan akan dilakukan oleh dokter hewan DPP Gunungkidul Rianawati. Pendampingan dilakukan untuk memastikan proses penyembelihan hingga distribusi daging berjalan sesuai standar kesehatan hewan dan keamanan pangan.
Tahun ini, lanjut dia, hanya ada satu sapi asal Gunungkidul yang dibeli Presiden Prabowo untuk hewan kurban. Jumlah tersebut menurun dibanding tahun lalu yang mencapai empat ekor sapi. “Tahun ini sampai sekarang memang baru satu dan belum ada permintaan tambahan lagi,” tandasnya.
Baca Juga: Refleksi Dua Dekade Gempa Jogja, Ahli Geologi UPN Soroti Risiko Tata Ruang dan Bangunan Rentan
Sekretaris DPP Gunungkidul Raharjo Yuwono mengatakan, sapi simental milik Sugeng tersebut merupakan hasil budidaya mandiri sejak lahir. Menurut dia, keberhasilan sapi milik Sugeng terpilih menjadi hewan kurban Presiden menjadi bukti bahwa peternak Gunungkidul mampu menghasilkan ternak berkualitas unggul yang dapat bersaing di tingkat nasional.
“Sapi ini sebelumnya sudah melalui seleksi ketat Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul sebelum diusulkan ke kantor staf kepresidenan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIJ,” katanya.
Tahapan seleksi telah diikuti Sugeng, lanjut dia, meliputi pemeriksaan kesehatan hewan, kondisi fisik, bobot tubuh, hingga kelayakan sebagai hewan kurban Presiden.
Setelah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan, sapi milik Sugeng akhirnya ditetapkan sebagai hewan kurban bantuan Presiden untuk masyarakat Padukuhan Gebang, Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar.
Raharjo berharap keberhasilan tersebut dapat memotivasi peternak lain di Gunungkidul untuk terus meningkatkan kualitas budidaya ternak.
“Ini menjadi kebanggaan bagi Gunungkidul sekaligus menunjukkan potensi peternakan lokal yang semakin berkembang,” ujarnya. (bas/pra)
Editor : Heru Pratomo