Penjualan Hewan Kurban Tembus 5.280 Ekor, Pasar Hewan Tradisional Gunungkidul Diserbu Pembeli Luar Daerah
Yusuf Bastiar• Senin, 25 Mei 2026 | 22:15 WIB
Pasar wagenan di Pasar Hewan Siyonoharjo pada Jumat lalu (22/5). (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
GUNUNGKIDUL - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, geliat perdagangan hewan kurban di Kabupaten Gunungkidul melonjak tajam. Penjualan ternak dari dua pasar hewan tradisional terbesar di Bumi Handayani sepanjang April hingga Mei 2026 tercatat menembus 5.280 ekor. Ribuan hewan kurban tersebut mayoritas dibeli pedagang dan konsumen dari luar daerah.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, jumlah ternak yang keluar dari Gunungkidul terdiri atas 1.338 ekor sapi dan 3.942 ekor kambing. Seluruhnya berasal dari Pasar Hewan Siyono Kapanewon Playen dan Pasar Hewan Munggi Kapanewon Semanu. Kepala Bidang Peternakan DPP Gunungkidul Surya Panalatas mengatakan, peningkatan transaksi ternak mulai terasa sejak akhir April dan terus melonjak menjelang Idul Adha.
“Memang ada peningkatan drastis menjelang Idul Adha. Pembelian hewan kurban dari Gunungkidul dibawa ke luar daerah terus meningkat,” ujarnnya saat ditemui di Wonosari, Senin (25//5).
Dia menjelaskan, selama April 2026 jumlah ternak yang keluar dari Gunungkidul mencapai 2.156 ekor, terdiri atas 563 sapi dan 1.593 kambing. Sedangkan hingga pekan keempat Mei 2026, jumlahnya sudah mencapai 3.124 ekor, yakni 775 sapi dan 2.349 kambing.
Menurut Surya, data tersebut merupakan hewan ternak yang benar-benar dibeli konsumen luar daerah dan keluar dari wilayah Gunungkidul. Pendataan dilakukan melalui penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang menjadi syarat pengiriman ternak antardaerah.
“Data ini bukan ternak yang hanya keluar masuk pasar lalu masih berputar di Gunungkidul. Tetapi hewan dari peternak Gunungkidul yang dibeli pembeli lalu dibawa keluar daerah,” ujarnya.
Dia menambahkan, mayoritas hewan kurban yang dipasarkan berasal dari peternak rumahan milik warga Gunungkidul. Bukan dari perusahaan peternakan skala besar. Pasar Hewan Munggi tercatat menjadi penyumbang transaksi kambing terbesar sepanjang Mei 2026. Dalam beberapa hari pasaran, jumlah kambing keluar bahkan mencapai lebih dari 300 ekor per hari. “Sementara Pasar Hewan Siyono mendominasi penjualan sapi kurban,” bebernya.
Mantri Pasar Hewan Siyonoharjo Isnaning Suindarti mengatakan, aktivitas perdagangan di Pasar Hewan Siyonoharjo selama musim kurban berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Menurut dia, sejak April hingga Mei 2026 tidak ditemukan kejadian menonjol seperti penipuan penjualan ternak maupun gangguan keamanan lainnya. Peningkatan jumlah pembeli juga diimbangi bertambahnya peternak yang membawa hewan ke pasar.
“Peningkatan pengunjung dan pembeli memang signifikan, dibarengi peningkatan peternak yang membawa hewan ke sini. Tapi tetap kondusif, tidak ada kejadian janggal, semua berjalan lancar,” katanya.
Dia menyebut, pada pasaran Jumat Wage, 22 Mei 2026, jumlah hewan yang masuk ke Pasar Hewan Siyonoharjo mencapai 790 ekor sapi dan 733 ekor kambing. Lonjakan permintaan hewan kurban tersebut turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat pedesaan. Banyak peternak memanfaatkan momentum Iduladha untuk menjual ternak dengan harga lebih tinggi dibanding hari biasa.
“Pekan ini sudah tidak ada pasaran wagenan lagi karena sudah masuk Iduladha,” pungkasnya mengakhiri. (bas)