GUNUNGKIDUL - Aktivitas jual beli ternak di Pasar Hewan Siyonoharjo, Playen terus meningkat menjelang Idul Adha. Tercatat setiap pasaran, sapi yang masuk mencapai 800 ekor.
Mantri Pasar Hewan Siyonoharjo Isnaning Suindarti menjelaskan, jumlah itu tercatat pada pasaran di awal Mei dan Minggu (17/5). Naik signifikan dibanding hari biasa. “Memang ada peningkatan penjual menjelang Idul Adha,” katanya Selasa (19/5).
Harga sapi betina, lanjutnya, masih di angka Rp 17 juta sampai Rp 20 juta per ekor. Sementara sapi jantan, harga berkisar Rp 23 juta hingga Rp 30 juta per ekor.
Baca Juga: KPAID Jogja Beda Pendapat dengan Komnas HAM, Nilai Kasus Little Aresha Pelanggaran HAM Berat
Meski demikian, dia belum memiliki data pasti terkait jumlah transaksi per pasaran. Namun Isnaning memperkirakan, total perputaran uang dari penjualan sapi di Pasar Siyono bisa mencapai puluhan miliar rupiah dalam satu periode pasaran. “Sebab, belum semua ternak yang diperdagangkan dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) yang dapat digunakan sebagai dasar pendataan transaksi,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul Wasana mengatakan, setiap ternak yang masuk ke pasar didata dan dikenai retribusi sesuai kategori hewan. Setiap hewan yang masuk, kata dia, dikenakan restribusi Rp 4 ribu. Sedangkan untuk tempat jogroknya, per ekor sapi dikenai tambahan restribusi tambahan Rp 5 ribu dan kambing Rp 1 ribu.
Baca Juga: Pemkal Palihan Minta Percepat Penggantian TKD, Pergub Baru Bukan Menjadi Kendala
Menurut dia, tidak semua ternak yang masuk dilakukan penimbangan. Namun dari hasil retribusi pasar, pendapatan dalam satu kali pasaran saat ramai bisa mencapai Rp 5 juta. “Kalau hari biasa sekitar Rp 3 juta dengan jumlah ternak 300 sampai 400 ekor,” bebernya.
Untuk mendukung operasional pasar selama lonjakan aktivitas perdagangan ternak, pengelola pasar juga menyiagakan enam personel petugas. Terdiri dari dua petugas hewan kecil dan empat petugas hewan besar. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita