Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkab Gunungkidul Sebut Kawasan KPI Candirejo Semin Potensial untuk Industri Wood Pellet

Yusuf Bastiar • Senin, 18 Mei 2026 | 20:30 WIB
Grafik Investasi.
Grafik Investasi.

GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai menawarkan pengembangan industri wood pellet di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo Kapanewon Semin sebagai peluang investasi berbasis energi terbarukan. Kawasan tersebut dinilai potensial karena didukung ketersediaan lahan industri, tenaga kerja lokal, serta tingginya permintaan pasar global terhadap bahan bakar biomassa ramah lingkungan

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul Mohamad Arif Aldian mengatakan, peluang investasi tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan energi terbarukan di pasar global. Produk wood pellet yang merupakan bahan bakar biomassa ramah lingkungan dinilai memiliki prospek besar, terutama untuk pasar ekspor.

“Permintaan energi alternatif ramah lingkungan terus meningkat dan wood pellet menjadi salah satu komoditas yang potensial dikembangkan,” ujarnya Senin (18/5).

Baca Juga: Dispertapa Kulon Progo Perketat Pengawasan Hewan Kurban Menjelang Idul Adha, Waspada PMK dan Lato-lato

Menurut dia, berdasarkan data tahun 2023, pasar global wood pellet menunjukkan tren pertumbuhan positif dengan rata-rata pertumbuhan ekspor mencapai sekitar 18,34 persen. Kebutuhan pasar juga dinilai sangat besar, terutama di Asia dan Korea Selatan. Masing-masing kebutuhannya mencapai 650 ton dan lima juta ton per tahun.

Produk wood pellet juga telah memiliki standar klasifikasi internasional melalui HS Code 44013100. Sehingga mempermudah akses ekspor ke berbagai negara. Arif menjelaskan, KPI Candirejo Semin dipilih karena dinilai memiliki berbagai keunggulan untuk mendukung pengembangan industri berbasis biomassa. Kawasan tersebut memiliki ketersediaan lahan industri, dukungan tenaga kerja lokal serta potensi pengembangan hilirisasi produk energi terbarukan.

Baca Juga: Pakai Sistem Alamat Tempel dan Medsos, Polisi Identifikasi Jaringan Narkoba di Magelang Putus Rantai Transaksi

“Lingkungannya juga mendukung pengembangan industri berkelanjutan,” jelasnya.

Melalui skema Industrial Project Investment Opportunity (IPRO), kini tengah mencari calon investor untuk proyek industri wood pellet tersebut. Sebagai peluang investasi siap kembang, pihaknya berharap investasi tersebut dapat memberikan dampak ekonomi sekaligus lingkungan bagi Gunungkidul.

“Selain membuka lapangan kerja baru, investasi ini juga mendukung pemanfaatan limbah biomassa menjadi produk bernilai tambah,” imbuhnya.

Baca Juga: Harga LPG Non Subsidi Terus Mengalami Kenaikan, Agen Sebut Efek Dolar AS Tembus Rp 17 Ribu

Sementara itu, Sekretaris DPMPTSP Gunungkidul Agus Budi Sulistya mengatakan, pengembangan industri energi terbarukan menjadi salah satu sektor strategis yang terus didorong sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, pihaknya berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi para investor. Menurut dia, DPMPTSP siap memberikan pendampingan dalam setiap tahapan investasi.

 

“Kami ingin memastikan investor mendapatkan kemudahan dan kepastian dalam proses investasi di Gunungkidul,” tandasnya. (bas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kpi candirejo #wood pellet #Gunungkidul #investasi #investor