GUNUNGKIDUL - Kemunculan ubur-ubur jenis impes mulai terpantau di kawasan pantai selatan Gunungkidul. Bahkan, tiga wisatawan anak-anak dilaporkan tersengat hewan laut tersebut saat bermain di kawasan Pantai Sepanjang Jumat (15/5).
“Muncul ubur-ubur di Pantai Sepanjang. Sudah ada tiga wisatawan tersengat,” ujar Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah Operasi II Pantai Baron Surisdiyanto saat dihubungi Jumat (15/5).
Baca Juga: Dampak Rupiah Melemah, Harga Minyak Goreng dan Gula Pasir di Kota Jogja Diprediksi Meroket
Dia menjelaskan, ketiga wisatawan yag tersengat merupakan anak-anak berusia 12 tahun, 11 tahun, dan 6 tahun. Menurutnya, anak-anak kerap tertarik mendekati ubur-ubur karena bentuknya menyerupai balon dengan warna kebiru-biruan pada bagian tentakel. Ketika terbawa arus hingga menepi, ubur-ubur tersebut biasanya terdampar di pasir atau mengambang di pinggiran pantai. “Dari situ, anak-anak biasanya mengira itu mainan,” ungkapnya.
Surisdiyanto mengatakan, dampak sengatan ubur-ubur berbeda-beda menyesuaikan kondisi tubuh korban. Sebagian hanya mengalami rasa gatal dan panas pada bagian kulit yang terkena sengatan. Namun, dalam kondisi tertentu bisa menimbulkan sesak napas hingga pingsan. “Yang penting kalau melihat ubur-ubur jangan dijadikan mainan,” tegasnya.
Baca Juga: Rumah Warisan Budaya Dr Sardjito Bakal Dijual, Ini Respons Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo
Sementara itu, Koordinator SRI Wilayah Operasi II Pantai Baron Marjono mengatakan, petugas akan melakukan pembersihan ubur-ubur yang terdampar di kawasan pantai. Menurut dia, ubur-ubur jenis impes yang sudah mendarat di pesisir selatan Gunungkidul merupakan golongan Scyphozoa.
Dia menyebut, kemunculannya dipengaruhi faktor cuaca. Terlebih, saat musim kemarau, sebab suhu air laut mulai dingin. Untuk mengantisipasi kejadian lanjutan, pihaknya telah menyiapkan obat-obatan. “Ya itu untuk membersihkan sisa tentakel jika ada wisatawan yang tersengat,” ujarnya.
Dia pun mengimbau wisatawan agar tidak menyentuh ubur-ubur yang ditemukan di pantai. Baik yang masih hidup maupun yang terdampar di pasir. “Kalau tersentuh jangan panik. Bersihkan dengan air bersih lalu segera ke posko SAR supaya bisa langsung mendapat pertolongan pertama,” tandasnya. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita