Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sembilan Jembatan Crossway Gunungkidul Diusulkan Pebaikan ke Pusat, Salah Satu Jembatan Ini Terverifikasi Dibangun Ulang

Yusuf Bastiar • Kamis, 14 Mei 2026 | 19:37 WIB
DIETUJUI: Dari sembilan jembatan yang diusulkan Pemkab Gunungkidul ke pemerintah pusat, Jembatan Crossway Jetis di sudah memasuki tahapan verifikasi. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
DIETUJUI: Dari sembilan jembatan yang diusulkan Pemkab Gunungkidul ke pemerintah pusat, Jembatan Crossway Jetis di sudah memasuki tahapan verifikasi. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)

 GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul mengusulkan perbaikan sembilan Jembatan Crossway ke pemerintah pusat. Pembangunan ini diprioritaskan karena menjadi akses vital masyarakat menuju fasilitas pendidikan kesehatan hingga aktivitas ekonomi. 

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Wadiyana mengatakan, urutan prioritas pembangunan disusun berdasarkan hasil kajian kebutuhan masyarakat di lapangan. 

Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan fungsi jembatan terhadap mobilitas warga sehari-hari. Sepanjang 2025 melakukan pendataan, pihaknya langsung mengajukan bantuan dana untuk perbaikan sembilan jembatan tersebut ke Kementerian Dalam Negeri. Hingga sekarang, proses verifikasi tengah dilakukan.

Baca Juga: Polisi Berhasil Temukan Identitas Jenazah yang Ditemukan di Sungai Bedog

“Kriterianya konektivitas menuju akses pendidikan, kemudian akses ekonomi, kesehatan, serta mempertimbangkan akses alternatif lain yang ada,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (14/5/2026).

Berdasarkan daftar prioritas tersebut, Jembatan Crossway Jetis di Sungai Gedangan, Kalurahan Hargomulyo menjadi prioritas utama dengan nomor urut satu. Jembatan ini dinilai penting karena menjadi jalur penghubung masyarakat menuju berbagai layanan dasar.

Prioritas kedua ditempati Jembatan Crossway Soka di Sungai Soka, Kalurahan Wunung. Selanjutnya prioritas ketiga yakni Jembatan Crossway Pundungsari di Sungai Oya, Kalurahan Pundungsari.

“Memang kita utamakan untuk usulan ini lebih ke Jembatan Crossway,” katanya.

Baca Juga: Duh! Jumlah Penderita Gangguan Jiwa di Kota Jogja Terus Bertambah, Ini Penyebabnya

Adapun prioritas keempat adalah Jembatan Rejosari di Sungai Oya, Kalurahan Rejosari yang dapat dilalui kendaraan roda empat. Sementara prioritas kelima ditempati Jembatan Crossway Redoso Parengan di Sungai Redoso, Kalurahan Kedungpoh.

DPUPRKP juga memasukkan Jembatan Crossway Ngampon di Sungai Oya, Kalurahan Watusigar sebagai prioritas keenam. Berikutnya Jembatan Crossway Nglegi di Sungai Nglegi, Kalurahan Nglegi berada di prioritas ketujuh.

Sedangkan Jembatan Blembeman di Sungai Oya, Kalurahan Natah berada pada prioritas kedelapan. Prioritas kesembilan yakni Jembatan Crossway Kedung Ndowo di Sungai Kali Wekas, Kalurahan Girisuko.

“Untuk yang sudah terverifikasi dan akan dibangun itu Jembatan Crossway Jetis di Sungai Gedangan Kalurahan Hargomulyo,” bebernya.

Baca Juga: Pemkab Kulon Progo Berencana Gubungkan Dua OPD, Disdag dan Disperinkop UKM Atasi Krisis ASN

Wadiyana menjelaskan, sebagian besar jembatan tersebut selama ini menjadi akses utama warga antarwilayah. Ketika debit sungai meningkat saat musim hujan, akses masyarakat sering terganggu dan berdampak langsung terhadap kegiatan sekolah, layanan kesehatan hingga distribusi hasil pertanian.

Penanganan jembatan menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan infrastruktur di wilayah Gunungkidul yang memiliki banyak aliran sungai dan kontur perbukitan.

“Kalau akses terputus, dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Aktivitas pendidikan terganggu, ekonomi juga tersendat. Karena itu yang diprioritaskan adalah jembatan dengan kebutuhan paling mendesak,” tandasnya.

Baca Juga: Harga Telur Ayam di Pasaran Kulon Progo Turun dari Rp 30 Ribu Jadi Rp 25 Ribu Per Kg, Pedang Sebut Daya Beli Menurun Stok Melimpah

Diharapkan usulan pembangunan maupun rehabilitasi jembatan tersebut dapat memperoleh dukungan anggaran sehingga penanganan dapat direalisasikan secara bertahap. “Delapan yang lain tetap akan kami kawal sampai pada tahapan verifikasi hingga pembangunan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala DPUPRKP Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto menambahkan, sembilan jembatan tersebut merupakan akses vital yang menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat. Total anggaran yang diusulkan mencapai sekitar Rp27 miliar. Masing-masing jembatan, dianggarkan sebesar Rp 3 Miliar.

“Yang memutuskan pembangunan jembatan itu dari pemerintah pusat. Kami sudah mengusulkan dan tetap akan kami kawal,” tambahnya. (bas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Jembatan Crossway #Terverifikasi #Prioritas Pembangunan #Gunungkidul #perbaikan