DPUPRKP Gunungkidul Ajukan Perbaikan Sembilan Jembatan ke Pusat, Setiap Jembatan Diperkirakan Butuh Anggaran Rp 3 Miliar
Yusuf Bastiar• Rabu, 13 Mei 2026 | 20:00 WIB
Pekerja sedang memperbaiki aspal jembatan di salah satu jembatan di akses utama Jalan Jogja-Wonosari. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
GUNUNGKIDUL - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul mengajukan perbaikan sembilan jembatan utama ke pemerintah pusat. Total anggaran yang diusulkan mencapai sekitar Rp 27 miliar.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto mengatakan, sembilan jembatan tersebut merupakan akses vital yang menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat. “Kami sudah menginventarisir ada sembilan jembatan utama yang memang perlu dilakukan perbaikan,” ujarnya saat ditemui di Wonosari, Rabu (13/5).
Menurut dia, usulan pembangunan tersebut telah disampaikan secara resmi kepada pemerintah pusat melalui surat yang ditandatangani bupati Gunungkidul. Saat ini proses pengajuan sudah memasuki tahap verifikasi di balai terkait di Semarang. Rakhmadian menjelaskan, rata-rata kebutuhan anggaran pembangunan untuk satu jembatan diperkirakan mencapai Rp 3 miliar. Dengan demikian, total usulan untuk sembilan jembatan mencapai sekitar Rp 27 miliar.
“Penentuan pembangunan tetap dari pemerintah pusat. Kami saat ini menunggu hasil verifikasi dan keputusan lebih lanjut,” tegasnya.
Ia mengakui, keterbatasan anggaran daerah membuat pembangunan jembatan belum bisa diakomodasi melalui APBD 2026. Pasalnya, alokasi anggaran infrastruktur tahun depan lebih diprioritaskan untuk perbaikan jalan. “Karena efisiensi anggaran, pembangunan jembatan di APBD 2026 belum ada. Fokus masih untuk penanganan jalan,” jelasnya.
Selain sembilan jembatan prioritas tersebut, DPUPRKP juga mencatat terdapat 38 jembatan lain yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Namun kerusakan tersebut lebih banyak terjadi pada bagian aksesoris atau pelengkap jembatan, bukan struktur utama bangunan.
“Struktur bangunan masih kuat dan layak digunakan. Kerusakan lebih pada bagian aksesoris,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul Wadiyana mengatakan, salah satu prioritas pembangunan adalah jembatan crossway di Kalurahan Hargomulyo yang direncanakan dibangun ulang. “Seluruh prosedur pengajuan sudah dilakukan dan sudah terverifikasi. Kami akan terus mengawal sampai pembangunan terealisasi,” katanya.
Adapun untuk puluhan jembatan lain yang mengalami kerusakan ringan, penanganan dilakukan melalui pemeliharaan rutin seperti pengecatan dan pembersihan area jembatan dari rumput liar. Menurut Wadiyana, sebagian besar jembatan tersebut memiliki bentang sekitar empat hingga lima meter dan secara konstruksi masih dalam kondisi aman untuk dilalui masyarakat.
“Secara Infrastruktur masih sangat layak, selain itu memang ada satu Jembatan Jonge di Semanu yang sekarang sedang dalam proses pembangunan,” terangnya. (bas)