Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

TPR Baron Tak Lagi Terima Pembayaran Tunai, Wisatawan Disiapkan Kartu E-Money Seharga Rp 15 Ribu

Yusuf Bastiar • Rabu, 13 Mei 2026 | 13:23 WIB
Wisatawan sedang memotret kode transaksi tiket retribusi di mesin Empos Pos TPR Baron - Yusuf Bastiar/Radar Jogja
Wisatawan sedang memotret kode transaksi tiket retribusi di mesin Empos Pos TPR Baron - Yusuf Bastiar/Radar Jogja

GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul resmi menerapkan sistem pembayaran retribusi wisata 100 persen non tunai di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron Utama mulai Selasa kemarin (12/5).

Untuk mengakomodasi wisatawan yang belum menggunakan transaksi digital, petugas menyiapkan kartu e-money seharga Rp15 ribu yang dapat dibeli langsung di lokasi tanpa biaya tambahan.

Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul Eko Nur Cahyo mengatakan, penerapan sistem cashless dilakukan setelah melalui masa uji coba sejak 6 hingga 11 April 2026. Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas wisatawan telah siap menggunakan sistem pembayaran non-tunai.

“Hasil uji coba menunjukkan sekitar 80 persen pengunjung sudah siap melakukan transaksi non-tunai,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).

Menurut dia, sistem cashless diterapkan tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, tetapi juga memberikan perlindungan bagi petugas pemungut retribusi di lapangan.

Baca Juga: Dilema Perajin Tempe di Kota Jogja, Tidak Bisa Naikkan Harga Pilih Siasati Ukuran

Dengan sistem digital, kata dia, seluruh transaksi tercatat otomatis dan diterima secara real-time sehingga meminimalkan potensi kecurigaan dalam pengelolaan uang tunai. 

“Wisatawan dapat melakukan pembayaran menggunakan QRIS melalui aplikasi dompet digital maupun mobile banking yang difasilitasi Bank BPD DIY,” ungkapnya.

Bagi pengunjung yang belum terbiasa menggunakan transaksi digital, terutama kalangan lanjut usia, pihaknya telah menyiapkan solusi berupa kartu uang elektronik atau e-money hasil kerja sama dengan Bank Mandiri. Kartu tersebut dapat dibeli langsung di lokasi dengan harga Rp15 ribu tanpa tambahan biaya kartu.

“Pengunjung tetap diberi fleksibilitas memilih metode pembayaran non-tunai yang paling mudah digunakan,” imbuh Eko.

Sementara itu, wisatawan yang masih ingin membayar secara tunai sementara diarahkan melalui TPR lain yang masih menerapkan sistem hybrid atau kombinasi tunai dan non-tunai, seperti di jalur JJLS.

Eko menambahkan, keberhasilan penerapan digitalisasi di TPR Baron akan direplikasi ke titik lain. Sedikitnya 10 TPR tambahan ditargetkan sudah menerapkan sistem serupa hingga akhir tahun ini. 

“Bahkan, digitalisasi nantinya juga akan menyasar sektor parkir kawasan wisata,” tandasnya.

Kepala Disparekrafpora Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, penerapan sistem cashless merupakan tindak lanjut rekomendasi DPRD sekaligus mendukung program Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Menurutnya, selain meningkatkan efisiensi, sistem non-tunai juga diharapkan mampu mengoptimalkan pengawasan pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata.

“Target PAD pariwisata sebesar Rp34 miliar tahun ini bisa tercapai bahkan melampaui target,” katanya.

Baca Juga: Lazio vs Inter Milan Final Coppa Italia, Kapten Nerazzurri Lautaro Martinez Ingin Kawinkan Gelar

Hary mengungkapkan, implementasi digitalisasi sudah menunjukkan dampak signifikan terhadap pendapatan daerah. Hingga 14 Mei 2026, realisasi retribusi wisata tercatat mencapai Rp23,8 miliar hingga Rp24 miliar. Angka tersebut melonjak dibanding periode yang sama tahun lalu yang masih berada di kisaran Rp9,7 miliar.

“Ini menunjukkan sistem yang lebih tertata mampu meningkatkan optimalisasi pendapatan,” ujarnya.

Dalam penerapan sistem tersebut, Bank Mandiri mendukung penyediaan alat transaksi dan kartu e-money, sedangkan Bank BPD DIY menyediakan perangkat POS serta mobil operasional. Sementara penguatan jaringan internet di kawasan wisata dibantu Dinas Kominfo Gunungkidul. Hary menambahkan, hasil uji coba juga menunjukkan proses transaksi berlangsung sangat cepat. Untuk pembayaran menggunakan kartu e-money, transaksi hanya membutuhkan waktu sekitar empat detik.

“Ini efektif untuk mengurangi antrean kendaraan di pintu masuk wisata,” pungkasnya. (bas)

Editor : Bahana.
#tpr baron gunungkidul #Gunungkidul #wisata gunungkidul #Pemkab Gunungkidul