Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Kumpulkan 50 Takmir Masjid, Siapkan Juru Sembelih Halal Sambut Idul Adha
Yusuf Bastiar• Senin, 11 Mei 2026 | 22:00 WIB
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
GUNUNGKIDUL - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mulai memperkuat kesiapan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Sebanyak 50 takmir masjid dan musala dari berbagai wilayah dikumpulkan dalam bimbingan teknis juru sembelih halal (Juleha) guna memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai syariat, higienis, dan memenuhi prinsip aman, sehat, utuh, dan halal.
Kepala DPP Gunungkidul Rismiyadi mengatakan, pendampingan tersebut diikuti 50 perwakilan takmir masjid dan musala. Ia menilai, ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul untuk meningkatkan kapasitas sumber daya masyarakat agar memiliki keterampilan penyembelihan hewan kurban yang sesuai syariat Islam, higienis, dan memperhatikan prinsip kesejahteraan hewan.
“Selain meningkatkan kompetensi, ini juga untuk memastikan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang sesuai syariat, higienis, dan profesional,” ujar Rismiyadi kepada wartawan, Senin (11/5).
Ia menegaskan, penting untuk memastikan masyarakat memperoleh daging kurban yang memenuhi prinsip aman, sehat, utuh, dan halal. Dalam pelatihan itu, kata dia, perwakilan takmir masjid dan musala mendapatkan materi sekaligus praktek langsung mengenai tata cara penyembelihan hewan kurban yang benar. Materi yang diberikan meliputi pemilihan hewan kurban sehat sesuai syariat, pemeriksaan kesehatan hewan, penanganan sebelum penyembelihan, teknik penyembelihan halal, hingga pengelolaan daging secara higienis.
“Kami menghadirkan praktisi profesional di bidang kesehatan hewan dan penyembelihan halal agar para takmir benar-benar memahami proses penyembelihan sesuai ketentuan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPP Gunungkidul Retno Widyastuti mengatakan, pihaknya ingin mencetak takmir masjid yang kompeten sebagai juru sembelih halal di wilayah masing-masing. “Melalui bimtek ini kami berharap seluruh masjid memiliki takmir yang menguasai ilmu, sehingga penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan sesuai syariat Islam, higienis, dan memenuhi prinsip kesejahteraan hewan,” ujarnya.
Menurut Retno, penerapan tata kelola kurban yang baik tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat veteriner. Dengan penanganan yang benar, masyarakat akan memperoleh daging kurban yang sehat dan berkualitas.
“Dampaknya masyarakat memperoleh ketentraman batin karena daging yang dikonsumsi sehat, berkualitas, dan halal,” katanya.
Tak hanya menyasar takmir masjid dan musala, pihaknya juga telah menyiapkan agenda lanjutan berupa sosialisasi pengelolaan daging kurban bersama PKK tingkat kabupaten dan PKK Kapanewon Tanjungsari. Dengan demikian, ia berharap pelaksanaan kurban di seluruh wilayah Gunungkidul semakin aman dan berkualitas. “Selain itu juga agar mampu memperkuat ketahanan pangan asal hewan yang sehat dan halal bagi masyarakat,” pungkasnya. (bas)