Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Progres Sudah 47 Persen, Rehabilitasi Jembatan Jonge Dipercepar Ditarget Rampung Juni 

Yusuf Bastiar • Jumat, 8 Mei 2026 | 18:39 WIB
AKSES DITUTUP: Rehabilitasi Jembatan Jonge sudah mencapai 47 persen, ditargetkan rampung Juni. Yusuf Bastiar/Radar Jogja


 
AKSES DITUTUP: Rehabilitasi Jembatan Jonge sudah mencapai 47 persen, ditargetkan rampung Juni. Yusuf Bastiar/Radar Jogja  

GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul mempercepat rehabilitasi Jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, menyusul kondisi kerusakan yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Infrastruktur vital penghubung antarwilayah itu kini ditargetkan selesai Juni 2026 mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto mengatakan, rehabilitasi jembatan dilakukan secara intensif karena kerusakan terus berkembang akibat faktor usia bangunan dan korosi pada struktur utama.

Proyek rehabilitasi diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp180 juta. Progres pengerjaan telah mencapai sekitar 47 persen.

Baca Juga: Lima Proyek Strategis Pemkot Jogja Mulai Dilelang, Seluruhnya Infrastruktur dengan Nilai Anggaran Rp 10,85 Miliar

“Awalnya diperkirakan selesai September, tetapi sekarang kami percepat dan ditargetkan rampung penuh pada Juni mendatang,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).

Percepatan penanganan dilakukan karena jembatan tersebut memiliki fungsi strategis sebagai jalur ekonomi dan akses publik utama masyarakat. Kerusakan yang muncul juga dinilai mendesak, sehingga pemerintah daerah mengambil langkah cepat melalui skema swakelola.

“Karena sifatnya mendesak dan di luar perencanaan awal, kami menggunakan dana swakelola agar pelaksanaan bisa lebih cepat,” katanya.

Baca Juga: Dinkes Kulon Progo Temukan Satu Suspek Hantavirus, Penularan Lewat Hewan Pengerat

Rakhmadian menambahkan, penanganan Jembatan Jonge menjadi prioritas pemkab meski terdapat banyak laporan kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah lain. Selain karena berada dalam kewenangan kabupaten, kondisi jembatan dinilai memiliki tingkat urgensi tinggi terhadap keselamatan masyarakat.

“Bupati Gunungkidul meminta agar penanganan dilakukan secepatnya. Beliau khawatir kerusakan semakin melebar dan membahayakan pengguna jalan,” tandasnya.

Sementara itu, Lurah Pacarejo Suhadi mengatakan, Jembatan Jonge merupakan urat nadi transportasi masyarakat di wilayah Semanu dan sekitarnya. Jembatan tersebut menghubungkan Kalurahan Pacarejo dengan pusat pemerintahan Kapanewon Semanu sekaligus menjadi akses antarwilayah seperti Candirejo, Semanu, dan Ngeposari.

Baca Juga: Terganjal Status Tanah Pembangunan KDMP di Kulon Progo Terhambat, Baru 10 Kalurahan Dirikan Gerai

Tak hanya itu, jembatan juga menjadi jalur utama kendaraan dari arah Jawa Tengah dan Jawa Timur menuju kawasan wisata di Gunungkidul.

“Jembatan ini sangat vital karena menjadi akses utama masyarakat dan jalur kendaraan antardaerah,” katanya.

Adapun pembangunan terakhir Jembatan Jonge dilakukan pada 1976 silam. Seiring usia bangunan, aliran air di bawah jembatan yang cukup besar menyebabkan korosi pada struktur.

Baca Juga: Dinkes DIY Klaim Tahun Ini Belum Ada Kasus Positif Hentavirus, Enam Pasien di Tahun 2025 Sudah Sembuh Total

Kondisi itu memicu munculnya lubang dan retakan yang berpotensi membahayakan pengendara. Ia bersyukur penanganan segera dilakukan sehingga saat ini belum terjadi korban jiwa maupun kecelakaan lalu lintas akibat kerusakan jembatan tersebut.

“Kami langsung melaporkan kondisi ini ke Dinas PU Gunungkidul dan responsnya sangat cepat,” tambahnya. (bas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#jalur vital #Jembatan Jonge #Rampung Juni #rehabilitasi #Pemkab Gunungkidul