Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Dexlite Tembus Rp 23.900, Operasional Damkarmat Gunungkidul Tetap Prioritas

Yusuf Bastiar • Rabu, 29 April 2026 | 07:08 WIB

 

Seseorang sedang berjalan di kawasan kantor Dinas Damkarmat Kota Jogja Senin (20/4/2026). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA
Seseorang sedang berjalan di kawasan kantor Dinas Damkarmat Kota Jogja Senin (20/4/2026). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA

 

 

 

GUNUNGKIDUL - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dipastikan tidak mengganggu operasional armada kedaruratan Unit Pelaksana Teknis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gunungkidul.

Meski terjadi penyesuaian anggaran di sejumlah sektor, layanan penanganan kebakaran dan penyelamatan tetap berjalan normal karena masuk kategori pelayanan prioritas.

Kepala Pelaksana UPT Damkarmat Gunungkidul Handoko mengatakan, unit pemadam kebakaran juga tidak termasuk dalam skema work from home (WFH) maupun pembatasan operasional karena tugasnya bersifat kedaruratan.

Baca Juga: Kabupaten Magelang Darurat Hama Kera, Serangan Masif Meluas dari Lereng Merapi hingga Menoreh

“Layanan kami masuk pengecualian karena sifatnya pelayanan darurat. Jadi operasional tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/4).

Menurut Handoko, meski pemerintah daerah melakukan efisiensi setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis dexlite dari sekitar Rp 14.000 menjadi Rp 23.900 per liter, armada pemadam kebakaran tetap memperoleh prioritas penggunaan bahan bakar. Bahkan kendaraan damkar diperbolehkan menggunakan biosolar.

 Ia menegaskan, kebutuhan armada damkarmat tidak hanya untuk penanganan kebakaran, tetapi juga evakuasi ular berbisa, penanganan sarang tawon, hingga berbagai kondisi darurat lainnya.

Baca Juga: Overstay, WNA Jerman Pengamen 'Punk' Diringkus di Gubuk Semipermanen di Kawasan Pantai Parangtritis

“Wilayah Gunungkidul jalurnya banyak yang menanjak dan cukup berat. Karena itu penanganan tetap harus menggunakan mobil operasional,” katanya.

Saat ini, UPT Damkarmat Gunungkidul memiliki lima unit mobil pemadam kebakaran. Namun satu unit tidak dapat dioperasikan karena usia kendaraan yang sudah tua dan mengalami kerusakan mesin. Dengan demikian, armada aktif yang siap turun ke lapangan sebanyak empat unit.

Selain itu, tersedia tiga mobil tangki suplai air berkapasitas 10.000 liter dan 5.000 liter. Namun satu unit tangki berkapasitas 5.000 liter juga mengalami kerusakan berat. Damkarmat juga memiliki satu kendaraan operasional lama yang masih diperbaiki secara swadaya.

Baca Juga: Kabupaten Magelang Darurat Hama Kera, Serangan Masif Meluas dari Lereng Merapi hingga Menoreh

“Kami juga sedang melakukan penataan ulang pembaruan kartu pertamina agar kebutuhan BBM armada tetap aman,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Damkarmat Gunungkidul Ngadiyono mengatakan, luas wilayah Gunungkidul menjadi tantangan utama dalam pelayanan kedaruratan. Sebagai kabupaten terluas di DIJ, waktu tempuh menuju lokasi kejadian kerap menjadi kendala klasik.

Standar penanganan ideal, lanjut dia, adalah maksimal 15 menit sejak laporan diterima. Untuk kawasan dekat pusat kota seperti Wonosari, Playen, Karangmojo, dan Semanu, target tersebut masih bisa dicapai.

 Baca Juga: Musrenbang Jawa Tengah Terima 37 Ribu Usulan Senilai  Rp37,8 Triliun

 

“Kalau wilayah sekitar kota masih memungkinkan 15 menit. Tapi untuk kawasan jauh seperti Semin, Panggang, Saptosari, Purwosari, Rongkop, hingga Girisubo bisa 45 menit sampai lebih dari satu jam,” jelasnya.

 

Menurut Ngadiyono, kondisi geografis, jarak tempuh, dan jalur perbukitan membuat penggunaan armada mobil pemadam tetap menjadi pilihan utama. Karena itu, pihaknya memastikan kenaikan BBM tidak akan mengurangi kesiapsiagaan personel maupun pelayanan kepada masyarakat.

“Untuk kejadian darurat seperti kebakaran, ular, maupun sarang tawon, armada tetap harus bergerak cepat,” tandasnya. (bas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#harga dexlite #wfh #tawon #Gunungkidul #Damkarmat