GUNUNGKIDUL - Sebanyak 354 calon jemaah haji (CJH) asal Gunungkidul didominasi lansia, sehingga diminta menjaga kebugaran menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Imbauan ini menyusul tingginya risiko kelelahan di tengah rangkaian ibadah haji yang membutuhkan kondisi fisik prima.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Gunungkidul Taufik Ahmad Sholeh mengatakan, dari total CJH yang berangkat, sebanyak 273 orang atau sebagian besar berusia di atas 50 tahun.
Rinciannya, jemaah berusia 81 hingga 90 tahun sebanyak 10 orang, usia 71 sampai 80 tahun sebanyak 29 orang, usia 61 sampai 70 tahun sebanyak 96 orang, serta kelompok umur 51 sampai 60 tahun sebanyak 138 orang.
“Sedangkan sisanya sebanyak 81 jemaah berusia antara 17 sampai 50 tahun,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (26/4/2026).
Tingginya jumlah CJH lansia menjadi perhatian khusus dalam persiapan keberangkatan ini.
Karena itu, seluruh CJH telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diberangkatkan.
Kendati demikian, hasil pemeriksaan tersebut bukan jaminan kondisi tubuh akan tetap prima jika tidak diimbangi dengan pola hidup sehat menjelang keberangkatan maupun saat menjalankan ibadah di Arab Saudi.
“Kami terus mengimbau kepada jemaah untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar dan sehat,” tegasnya.
Ia menyarankan CJH rutin melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki guna menjaga stamina.
Aktivitas berat justru diminta dihindari agar tubuh tidak kelelahan. “Kebugaran tubuh harus terus dijaga dengan olahraga ringan seperti jalan kaki. Jangan yang berat-berat agar tidak kelelahan yang dapat berpengaruh terhadap kondisi tubuh,” tegasnya.
Sementara itu, Fungsional Umum pada Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Gunungkidul Tomi Adhe Krisna menjelaskan, seluruh persiapan administrasi dan teknis keberangkatan sudah rampung.
Untuk urusan dokumen perjalanan, seluruh CJH telah mengantongi paspor dan visa dari Pemerintah Arab Saudi.
Selain itu, para jemaah juga telah menjalani vaksinasi meningitis dan polio sebagai salah satu syarat perjalanan ibadah haji.
“Para jemaah juga sudah mengikuti kegiatan manasik sebagai persiapan pelaksanaan ibadah,” ujarnya.
Secara keseluruhan, total 360 orang akan diberangkatkan ke Tanah Suci.
Jumlah tersebut terdiri dari calon jemaah dan para pendamping yang tergabung dalam Kloter 10 Embarkasi YIA.
Rombongan dijadwalkan berangkat pada 3 Mei 2026. “Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan seluruh jemaah diberi kesehatan hingga pulang kembali ke Gunungkidul,” tambahnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita