Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

CJH Meninggal Mendadak jelang Berangkat Haji, Berpotensi Digantikan Jemaah Cadangan

Yusuf Bastiar • Minggu, 19 April 2026 | 19:02 WIB
PAMITAN: Jamaah Haji asal Kulon Progo bersalaman dengan pejabat pemkab untuk berangkat ke Baitullah. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
PAMITAN: Jamaah Haji asal Kulon Progo bersalaman dengan pejabat pemkab untuk berangkat ke Baitullah. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
GUNUNGKIDUL – Di tengah persiapan pemberangkatan haji 2026, seorang calon jemaah haji (CJH) asal Kepek, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Sarjana, 64, meninggal dunia secara mendadak pada Sabtu (18/4/2026) malam.
Almarhum diketahui telah masuk daftar keberangkatan tahun ini setelah menunggu sejak mendaftar pada 2012–2013.

Kepala Kantor Kementerian Haji Gunungkidul Taufik Ahmad Soleh mengatakan, almarhum sebelumnya telah menjalani seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan.

Baca Juga: Ratusan Orang Kunjungi Pameran Sumbu Filosofi Di Stasiun Yogyakarta, Suguhkan Edukasi Sejarah Melalui Visualisasi Menarik

Mulai tes kebugaran, pemeriksaan berlapis, hingga rekam jantung atau EKG. 

Dari hasil pemeriksaan, dinyatakan memenuhi syarat istitaah atau layak berangkat haji.

Dari riwayat kesehatan, almarhum didapati indikasi gangguan jantung, tetapi masih terkendali sehingga tidak menghalangi keberangkatan.

“Paginya masih beraktivitas normal. Tidak ada tanda-tanda kondisi berat, namun malam harinya kami menerima kabar beliau meninggal dunia,” ujar Taufik kepada wartawan, Minggu (19/4/2026).

Baca Juga: Kisah Keluarga Hermanto, Lama Hidup Susah Kini Dapat Perhatian Pemerintah; sang Ayah Senang Akhirnya Diobati, Komitmen Wujudkan Cita-Cita Anak Jadi Dokter

Mayoritas CJH Gunungkidul tahun ini didominasi kelompok usia lanjut yang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi.

Dari total jemaah, sekitar 40 hingga 45 persen masuk kategori lansia. Rata-rata berusia 50 sampai 60 tahun ke atas.

“Terutama yang memiliki indikasi gangguan jantung atau kebugaran kurang, tentu menjadi perhatian khusus,” jelasnya.

Baca Juga: Bengkel Balap di Sleman Ikut Terdampak Kenaikan Harga BBM Non-subsidi, Berpotensi Merembet ke Upah Buruh

Kejadian mendadak seperti ini tidak selalu dapat terdeteksi melalui rangkaian pemeriksaan medis.

Meski demikian, evaluasi kesehatan tetap dilakukan secara ketat. Sekitar 90 jemaah juga sempat menjalani pemeriksaan ulang untuk memastikan kesiapan fisik menjelang keberangkatan. 

Terkait porsi keberangkatan almarhum, dimungkinkan akan digantikan calon jemaah cadangan.

Baca Juga: Disperinkop UKM Kulon Progo Kejar Target Sertifikasi Halal Untuk UMKM

Saat ini terdapat dua orang yang siap diberangkatkan, meski mekanisme penggantiannya masih dalam kajian.

“Karena meninggal sebelum masa operasional keberangkatan dimulai, layanan asuransi belum berlaku. Keluarga memiliki pilihan melimpahkan porsi keberangkatan kepada ahli waris tahun berikutnya atau menarik kembali dana pelunasan sekitar Rp 54 juta,” jelasnya.

Secara keseluruhan, sebanyak 357 jemaah asal Gunungkidul dijadwalkan berangkat pada musim haji 2026.

Baca Juga: Prediksi Derbi Merseyside Premier League Everton vs Liverpool Minggu 19 April 2026, Dominasi The Reds Berlanjut?

Mayoritas tergabung dalam Kloter 10 dan akan diberangkatkan melalui Bandara YIA pada 3 Mei mendatang. Sebagian lainnya tersebar di kloter berbeda.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Ismono mengatakan, vaksinasi wajib bagi CJH telah rampung akhir Maret lalu.

Sebanyak 356 CJH telah menerima vaksin meningitis dan polio. 

Baca Juga: Prediksi Skor Aston Villa vs Sunderland Premier League Minggu 19 April 2026, Upaya The Villans Incar Tempat di Liga Champions

“Vaksinasi ini bagian dari upaya menjamin kesehatan dan keselamatan jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci,” ujarnya.

Menurutnya, vaksin meningitis dan polio merupakan syarat wajib guna mencegah penularan penyakit menular selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji.

“Kami berharap seluruh calon jemaah haji dapat berangkat dalam kondisi sehat dan mampu menjalankan rangkaian ibadah dengan optimal,” harapnya. (bas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#jelang berangkat haji #Gunungkidul #jemaah cadangan #CJH meninggal #Haji 2026