Kepala Kantor Kementerian Haji Gunungkidul Taufik Ahmad Soleh mengatakan, almarhum sebelumnya telah menjalani seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan.
Mulai tes kebugaran, pemeriksaan berlapis, hingga rekam jantung atau EKG.
Dari hasil pemeriksaan, dinyatakan memenuhi syarat istitaah atau layak berangkat haji.
Dari riwayat kesehatan, almarhum didapati indikasi gangguan jantung, tetapi masih terkendali sehingga tidak menghalangi keberangkatan.
“Paginya masih beraktivitas normal. Tidak ada tanda-tanda kondisi berat, namun malam harinya kami menerima kabar beliau meninggal dunia,” ujar Taufik kepada wartawan, Minggu (19/4/2026).
Mayoritas CJH Gunungkidul tahun ini didominasi kelompok usia lanjut yang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi.
Dari total jemaah, sekitar 40 hingga 45 persen masuk kategori lansia. Rata-rata berusia 50 sampai 60 tahun ke atas.
“Terutama yang memiliki indikasi gangguan jantung atau kebugaran kurang, tentu menjadi perhatian khusus,” jelasnya.
Kejadian mendadak seperti ini tidak selalu dapat terdeteksi melalui rangkaian pemeriksaan medis.
Meski demikian, evaluasi kesehatan tetap dilakukan secara ketat. Sekitar 90 jemaah juga sempat menjalani pemeriksaan ulang untuk memastikan kesiapan fisik menjelang keberangkatan.
Terkait porsi keberangkatan almarhum, dimungkinkan akan digantikan calon jemaah cadangan.
Baca Juga: Disperinkop UKM Kulon Progo Kejar Target Sertifikasi Halal Untuk UMKM
Saat ini terdapat dua orang yang siap diberangkatkan, meski mekanisme penggantiannya masih dalam kajian.
“Karena meninggal sebelum masa operasional keberangkatan dimulai, layanan asuransi belum berlaku. Keluarga memiliki pilihan melimpahkan porsi keberangkatan kepada ahli waris tahun berikutnya atau menarik kembali dana pelunasan sekitar Rp 54 juta,” jelasnya.
Secara keseluruhan, sebanyak 357 jemaah asal Gunungkidul dijadwalkan berangkat pada musim haji 2026.
Mayoritas tergabung dalam Kloter 10 dan akan diberangkatkan melalui Bandara YIA pada 3 Mei mendatang. Sebagian lainnya tersebar di kloter berbeda.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Ismono mengatakan, vaksinasi wajib bagi CJH telah rampung akhir Maret lalu.
Sebanyak 356 CJH telah menerima vaksin meningitis dan polio.
“Vaksinasi ini bagian dari upaya menjamin kesehatan dan keselamatan jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci,” ujarnya.
Menurutnya, vaksin meningitis dan polio merupakan syarat wajib guna mencegah penularan penyakit menular selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji.
“Kami berharap seluruh calon jemaah haji dapat berangkat dalam kondisi sehat dan mampu menjalankan rangkaian ibadah dengan optimal,” harapnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita