GUNUNGKIDUL – Jalur jalan baru Clongop di Gedangsari, Gunungkidul yang menghubungkan wilayah Gunungkidul dan Klaten masuk zona bahaya longsor. Catatan Radar Jogja, sejak Maret hingga pertengahan April 2026 ini saja sudah delapan kali terjadi longsoran. Jalan baru itupun kerap ditutup untuk pembersihan.
Terbaru, hujan dengan intensitas sedang berdurasi lama yang mengguyur wilayah Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari, memicu longsor susulan di ruas Jalan Wonosari-Wedi-Klaten atau Jalan Baru Clongop pada Jumat pagi (17/3).
Material tanah dan batu menutup sekitar 70 persen badan jalan, sehingga arus lalu lintas cukup terganggu. Akibatnya, diberlakukan buka tutup jalan untuk menjamin keselamatan pengendara.
Baca Juga: Miris! Siswa SD Kepek 1 Saptosari Gunungkidul Makan MBG di Antara Bangunan Sekolah yang Rusak Parah
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, mengatakan hujan mulai turun sekitar Kamis malam pukul 23.00 di kawasan Watugajah dengan durasi cukup lama. “Akibat hujan tersebut, pagi hari terjadi longsoran material di badan jalan dan menutup sekitar 70 persen akses jalan,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (17/4).
Menurut dia, longsor susulan dipicu pergerakan tanah di bagian bawah lereng yang mengalami penurunan, sehingga lapisan tanah di bagian atas ikut runtuh ke jalan. “Material longsoran berupa tanah dan batuan. Saat ini masih dalam proses pembersihan,” katanya.
Petugas gabungan bersama warga melakukan kerja bakti sejak pagi untuk menyingkirkan material longsoran agar akses transportasi kembali normal. Sejumlah batu berukuran besar terpaksa dipecah terlebih dahulu sebelum dipindahkan. “Batu besar kami pecah dulu baru setelah itu disingkirkan, supaya kendaraan bisa melintas,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono menyampaikan, saat hujan deras jalur tersebut sempat ditutup total demi keselamatan pengguna jalan.
Selama respon cepat pembersihan material longsor, kata dia, untuk sementara ini diberlakukan sistem buka tutup jalan dan penyekatan. Kendati demikian, ia memastikan kendaraan masih bisa melewati jalur Clongop secara bergantian sambari menunggu pembersihan selesai.
Ia mengimbau masyarakat yang melintas di jalur Wonosari-Wedi agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun, karena potensi longsor susulan masih dapat terjadi. “Pengguna jalan kami minta hati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” tandasnya. (bas/pra)
Editor : Heru Pratomo