Harga Cabai Turun di Pekan Kedua April, Komoditas Pokok Gunungkidul Relatif Stabil
Yusuf Bastiar • Dipublikasikan Selasa, 14 April 2026 | 19:30 WIB
Kondisi Pasar Argosari Wonosari pada Selasa (14/4) siang terlihat cenderung landai. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)GUNUNGKIDUL - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Gunungkidul terpantau relatif stabil pada Selasa (14/4). Meski demikian, beberapa komoditas hortikultura seperti cabai mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.
Berdasarkan pantauan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Gunungkidul, harga cabai rawit merah kini berada di angka Rp 65 ribu per kilogram atau turun Rp 10 ribu. Sementara cabai rawit hijau turun lebih tajam hingga Rp 15 ribu menjadi Rp 45 ribu per kilogram. Adapun cabai merah besar juga mengalami penurunan Rp 5 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram.
Kepala Bidang Perdagangan Disdagnaker Gunungkidul Ris Heryani mengatakan, fluktuasi harga cabai dipengaruhi oleh pasokan yang mulai membaik di tingkat petani maupun distributor. “Memang ada penurunan harga di komoditas cabai, terutama rawit. Ini karena suplai mulai stabil sehingga harga ikut turun,” ujarnya saat dikonfirmasi Selasa (14/4).
Selain cabai, komoditas lain yang mengalami penurunan adalah bawang merah yang kini berada di angka Rp 35 ribu per kilogram atau turun Rp 5 ribu. Daging ayam juga mengalami penurunan tipis menjadi Rp 36 ribu per kilogram. Sementara itu, lanjut dia, mayoritas kebutuhan pokok lainnya terpantau stabil. Harga beras premium masih di kisaran Rp 14.900 per kilogram dan beras medium Rp 13.200 per kilogram. Gula pasir curah juga tetap di angka Rp 18 ribu per kilogram.
Kemudian untuk komoditas protein, Ris Heryani mengungkapkan, harga telur ayam ras bertahan di Rp 28 ribu per kilogram, sedangkan daging sapi masih berada di angka Rp 145 ribu per kilogram. Di sisi lain, minyak goreng premium dijual Rp 22 ribu per liter dan minyak goreng curah Rp 21.500 per liter atau turun Rp 500. Ia mengaku, minyak goreng kemasan MinyaKita juga terpantau stabil di harga Rp 15.500 per liter. Komoditas lainnya seperti bawang putih honan Rp 32 ribu per kilogram, kacang tanah kupas Rp 35 ribu per kilogram, serta tepung terigu curah Rp 9.500 per kilogram masih belum mengalami perubahan harga.
“Namun, kedelai impor tercatat naik Rp 2 ribu menjadi Rp 13 ribu per kilogram,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Disdagnaker Gunungkidul Kelik Yuniantoro menegaskan, secara umum kondisi harga kebutuhan pokok di wilayahnya masih terkendali. Pihaknya terus melakukan pemantauan rutin guna mengantisipasi lonjakan harga yang berpotensi membebani masyarakat.
“Secara umum masih stabil. Kami terus melakukan monitoring untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga agar harga tetap terkendali,” katanya.
Ia menambahkan, koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha terus diperkuat, terutama untuk komoditas yang rentan mengalami fluktuasi seperti cabai dan bawang. “Kami berharap kondisi ini bisa terus terjaga, sehingga daya beli masyarakat tetap stabil,” tandasnya. (bas)