GUNUNGKIDUL - Momen Syawalan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tahun ini menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi kalangan penyandang disabilitas.
Ketua National Paralympic Committee (NPC) Gunungkidul Sutiayah mengaku terharu karena untuk pertama kalinya mendapat kesempatan berjabat tangan langsung dengan Sang Raja Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
“Baru kali ini saya punya kesempatan berjabat tangan langsung dengan Ngarso Dalem. Ini akan menjadi momen yang tidak akan saya lupakan dalam hidup,” ujar Sutiayah saat ditemui di area Joglo Taman Budaya Gunungkidul, Rabu (8/4/2026).
Sutiayah mengungkapkan, undangan Syawalan yang turut dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur DIY tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi komunitas difabel di Gunungkidul. Selama ini, kata dia, keterlibatan penyandang disabilitas dalam agenda serupa masih terbatas.
“Ini sangat membanggakan karena baru sekali ini kami diundang dalam acara sebesar ini. Kami bisa bertemu langsung dengan Sultan dan para pejabat di Gunungkidul,” imbuhnya.
Baca Juga: Gunungkidul Alami Perubahan Signifikan, Hamengku Buwono X: Pembangunan Jangan di Pantai Saja
Menurutnya, kehadiran komunitas difabel dalam acara resmi pemerintah menjadi langkah penting menuju daerah yang lebih inklusif. Ia berharap ke depan semakin banyak penyandang disabilitas yang dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemerintahan.
Selain itu, Sutiayah juga mengapresiasi fasilitas di Taman Budaya Gunungkidul (TBG) yang dinilai ramah difabel. Akses menuju berbagai area, termasuk hingga lantai atas, dapat dijangkau dengan mudah.
“Fasilitasnya sangat mendukung, mulai dari jalur khusus hingga akses ke lantai atas. Ini membuat kami merasa benar-benar diperhatikan,” tandasnya.
Kepala UPT Taman Budaya Gunungkidul Eta Susanti menegaska, komitmen pihaknya dalam menyediakan layanan inklusif bagi seluruh pengunjung. Menurutnya, berbagai fasilitas telah disiapkan untuk memastikan kenyamanan penyandang disabilitas.
Ia menambahkan, Taman Budaya Gunungkidul dirancang sebagai ruang publik yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan. Momentum Syawalan ini, lanjut dia, menjadi bukti semakin terbukanya ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas di Gunungkidul.
Baca Juga: Berikut Daftar Pemain Skuad Final Timnas Indonesia di ASEAN U17 Boys Championship 2026
“Kami berkomitmen memberikan layanan optimal bagi semua pengunjung, termasuk penyandang disabilitas. Mulai dari jalur khusus, akses ke gedung hingga lantai atas, sampai fasilitas pendukung seperti toilet telah kami sediakan,” jelas Eta singkat. (bas)
Editor : Bahana.