Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunungkidul Alami Perubahan Signifikan, Hamengku Buwono X: Pembangunan Jangan di Pantai Saja 

Yusuf Bastiar • Rabu, 8 April 2026 | 17:00 WIB
Yusuf Bastiar/Radar Jogja: Gubernur DIY Hamengku Buwono X mendorong Pemkab Gunungkidul melakukan pemerataan pembangunan di wilayah selain pantai.
Yusuf Bastiar/Radar Jogja: Gubernur DIY Hamengku Buwono X mendorong Pemkab Gunungkidul melakukan pemerataan pembangunan di wilayah selain pantai.

GUNUNGKIDUL - Perkembangan Kabupaten Gunungkidul dalam satu dekade terakhir dinilai menunjukkan kemajuan signifikan. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X menyebut, kondisi wilayah ini telah jauh berbeda dibandingkan 10 hingga 15 tahun lalu, terutama dari sisi infrastruktur dan aksesibilitas.

“Sekarang Gunungkidul sudah jauh berubah. Akses dari barat, utara, timur hingga selatan sudah semakin mudah, meskipun masih bisa ditingkatkan,” ujar Sultan seusai acara Silaturahmi dengan Pemkab Gunungkidul di Taman Budaya Gunungkidul, Rabu (8/4/2026).

Kendati mengalami kemajuan, Sultan menekankan pentingnya Pemkab Gunungkidul melakukan pemerataan pembangunan agar tidak hanya terpusat di kawasan pantai selatan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir terlihat lebih pesat dibandingkan daerah lain yang belum tersentuh investasi.

“Sekarang bagaimana pembangunan itu bisa lebih merata, tidak hanya di pantai saja, tapi juga merambah wilayah lain agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Baca Juga: Berikut Daftar Pemain Skuad Final Timnas Indonesia di ASEAN U17 Boys Championship 2026

Untuk mendorong pemerataan tersebut, Pemprov DIY menyiapkan program Lumbung Mataram yang diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa. Program ini, kata Sultan, memungkinkan warga mengelola lahan, peternakan, hingga usaha produktif lain yang terintegrasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Dengan Lumbung Mataram, kami ingin perputaran ekonomi terjadi di desa. Harapannya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang selama ini belum tersentuh,” imbuh HB X.

Ia juga menilai sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian tidak menjadi persoalan utama di Gunungkidul. Namun, tantangan muncul saat pengembangan sektor industri yang membutuhkan kesiapan lebih matang. Dalam kondisi keterbatasan anggaran di setiap kalurahan, Sultan mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus dalam menentukan prioritas pembangunan.

Baca Juga: DPRD DIY Sidak Sungai Serang Kulon Progo, Temukan Pelebaran Sungai yang Berdampak ke Pemukiman Warga

“Jadi bagaimana kita pandai-pandai, bukan masalah irit tapi fokus yang memang dibutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi DIY dalam pembangunan daerah. 

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi modal penting dalam meningkatkan layanan publik dan infrastruktur. Ia menambahkan, arah pembangunan Gunungkidul saat ini difokuskan pada penguatan ekonomi kerakyatan, optimalisasi pariwisata berbasis masyarakat, serta peningkatan infrastruktur dengan semangat gotong royong.

Baca Juga: Suspek Campak Capai 2.188 Kasus, Pemprov Jateng Galakkan Imunisasi dan Deteksi Dini

“Pemkab berkomitmen terus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, mulai dari kebutuhan dasar hingga pendidikan dan kebudayaan,” tutupnya. (bas)

Editor : Bahana.
#pembangunan gunungkidul #Hamengku Buwono X #Gunungkidul