GUNUNGKIDUL - Kesabaran warga Padukuhan Jeruken dan Pijenen, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang akhirnya terbayar.
Setelah 25 tahun sejak pipa terpasang tanpa pernah berfungsi, kini air bersih dari PDAM mulai mengalir ke rumah-rumah warga. Dukuh Jeruken, Winarsih, mengungkapkan rasa syukur atas mengalirnya air bersih yang selama ini hanya menjadi harapan. Meski belum menjangkau seluruh rumah, kehadiran air PDAM sudah sangat membantu warga.
“Alhamdulillah sekarang sudah mengalir, meski belum semuanya. Dulu 25 tahun pipa tidak pernah terisi air, sekarang akhirnya bisa sampai ke rumah warga,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (7/4/2026).
Selama ini, kata dia, warga harus membeli air bersih saat musim kemarau dengan biaya sekitar Rp 100 ribu per tangki untuk kebutuhan dua minggu. Dalam sebulan, setiap rumah tangga rata-rata mengeluarkan hingga Rp 200 ribu hanya untuk air.
Dari sekitar 140 rumah di wilayah tersebut, saat ini baru tersedia 30 titik sambungan rumah (SR). Sebelumnya, distribusi awal hanya mencakup enam titik, dengan masing-masing RT mendapatkan satu titik, kecuali RT 2 dan 4 yang memperoleh dua titik.
Baca Juga: WFH Jumat Tidak Berlaku Bagi Pekerja maupun Buruh di Gunungkidul, Begini Penjelasan Disdagker
“Memang masih terbatas, tapi ini sudah menjadi harapan besar bagi kami. Kami berharap ke depan jaringan bisa ditambah agar semua warga terlayani,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pun memastikan aliran air bersih tersebut telah berjalan sejak awal pekan ini. Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyebut, kehadiran air PDAM diharapkan mampu mengurangi ketergantungan warga terhadap pasokan air tangki saat kemarau.
“Air sudah mengalir untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga warga. Harapannya, ke depan warga tidak perlu lagi membeli air,” katanya.
Terkait keterbatasan sambungan, Endah mengakui belum semua warga dapat mengakses layanan tersebut, salah satunya karena kendala biaya pemasangan. Namun, pemerintah telah menyiapkan skema bantuan melalui penyertaan modal yang disetujui DPRD untuk membantu warga kurang mampu.
“Untuk memaksimalkan, pada 2027 mendatang direncanakan penambahan 40 sambungan rumah baru khusus untuk wilayah Jeruken dan Pijenen,” tegas Endah.
Pemkab juga tengah menyiapkan pengembangan jaringan air bersih ke wilayah lain, termasuk Kapanewon Purwosari. Upaya ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang dihimpun dalam kegiatan safari Ramadan.
Untuk mendukung perluasan layanan, pemerintah mengandalkan potensi sumber air di kawasan Pantai Baron yang memiliki debit hingga 2.000 liter per detik, meski saat ini baru dimanfaatkan sekitar 57 liter per detik.
“Masih ada potensi besar yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Gunungkidul,” jelas Endah.
Baca Juga: Ini 5 Zodiak Paling Boros Dalam Pengeluaran, Meski Berada di Masa-Masa Sulit
Namun demikian, pengolahan air dari sumber tersebut membutuhkan anggaran besar, diperkirakan mencapai Rp 125 miliar. Saat ini, usulan pendanaan telah diajukan ke pemerintah pusat. Kendala lain yang dihadapi adalah kualitas air saat musim hujan yang cenderung keruh, sehingga belum dapat disalurkan secara optimal ke pelanggan.
“Walaupun begitu kami akan melakukan pengembangan jaringan air bersih agar dapat terus ditingkatkan agar memenuhi kebutuhan masyarakat secara merata,” pungkasnya. (bas)
Editor : Bahana.