Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Nahas! Pelajar SD Terjatuh dari Jembatan Setinggi 3 Meter saat Sedang Beristirahat, Begini Kondisinya

Yusuf Bastiar • Senin, 6 April 2026 | 13:42 WIB
Personel gabungan BPBD Gunungkidul melakukan pertolongan pertama pada kaki korban agar tidak terjadi pergerakan pada tulang yang patah - Dokumentasi/BPBD Gunungkidul:
Personel gabungan BPBD Gunungkidul melakukan pertolongan pertama pada kaki korban agar tidak terjadi pergerakan pada tulang yang patah - Dokumentasi/BPBD Gunungkidul:
 
GUNUNGKIDUL - Seorang pelajar sekolah dasar di Wonosari mengalami patah tulang kaki setelah terjatuh ke dasar sungai sedalam sekitar tiga meter.
Insiden terjadi saat korban duduk di tepi jembatan pada jam istirahat, ketika pagar pengaman tiba-tiba patah dan membuatnya terperosok ke bawah. Sungai berada tepat di belakang SD Baru, Tegalmulyo, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari.

Saat kejadian, korban bersama teman-temannya tengah duduk di tepi jembatan saat jam istirahat sekolah.

 Kasubag TU Damkarmart Gunungkidul Ngadiyono menjelaskan insiden bermula ketika pagar pengaman jembatan tiba-tiba patah pada Senin pagi (6/4). Korban diketahui berinisial KAP (12) warga Perum Grand Handayani, Besari RT 01/04, Kalurahan Siraman.

“Korban duduk di pinggir jembatan, kemudian pagar pengaman patah sehingga korban terjatuh ke dasar sungai dengan ketinggian sekitar tiga meter,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026).

Baca Juga: Lapar Setelah Turun di Lempuyangan? Ini Deretan Kuliner Enak Cuma Selangkah dari Stasiun

Ia menambahkan, kondisi dasar sungai saat itu kering dan dipenuhi bongkahan batu, sehingga menyebabkan korban mengalami luka serius. Pihak sekolah yang mengetahui kejadian tersebut segera meminta bantuan petugas untuk melakukan evakuasi.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan langsung menuju lokasi dan melakukan proses penyelamatan. Komandan regu personil BPBD Gunungkidul Budiyanto menyampaikan, penanganan dilakukan sesuai prosedur standar evakuasi.

“Begitu laporan masuk, kami lakukan penilaian dini. Ditemukan korban mengalami patah pada kaki kiri, kemudian dilakukan pembidaian agar tidak terjadi pergerakan tulang,” jelasnya.

Setelah kondisi korban dinyatakan aman untuk dipindahkan, tim melakukan evakuasi dari dasar sungai dengan ketinggian sekitar tiga meter. Proses evakuasi menggunakan tandu basket dan peralatan khusus.

“Korban kami angkat menggunakan scoop stretcher, dimasukkan ke tandu basket, lalu ditarik ke atas. Yang menarik ada empat personel, sementara enam lainnya mengamankan proses evakuasi dari bawah,” terangnya.

Baca Juga: Mulai Siang Ini, Berikut Jadwal Lengkap Timnas Futsal Indonesia di ASEAN Futsal Championship 2026

Budiyanto memastikan seluruh tahapan evakuasi dilakukan dengan hati-hati guna menghindari risiko cedera tambahan pada korban. Dalam waktu sekitar 10 menit, korban berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.

Selanjutnya, korban langsung dilarikan ke RSUD Wonosari untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Baca Juga: Paspor Gate Liga Belanda Bikin Resah, Beberapa Pemain Diaspora Terseret

“Penanganan harus sesuai prosedur. Alhamdulillah proses berjalan lancar dan korban berhasil dievakuasi dengan aman,” imbuhnya. (bas)

Editor : Bahana.
#pelajar sd jatuh #Gunungkidul #BPBD Gunungkidul