GUNUNGKIDUL – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul memastikan segera membangun ulang jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu yang ambrol Rabu (2/4/2026) lalu.
Saat ini, tahapan baru proses menggambar ulang konstruksi jembatan. Ini untuk menentukan besaran anggaran yang dibutuhkan.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto mengatakan, begitu menerima laporan jemban ambrol langsung melakukan peninjauan lokasi. Juga koordinasi internal dan bergerak cepat menindaklanjuti laporan kerusakan jembatan tersebut.
“Kondisinya memang menggunakan konstruksi jembatan lama, tidak memiliki tulangan besi dan usianya sudah tua. Sehingga harus dibangun kembali dari nol,” ujarnya saat ditemui di Wonosari, Minggu (5/4/2026).
Dia menjelaskan, proses pembangunan ulang ditargetkan mulai April ini. Namun, saat ini pihaknya masih menyusun desain konstruksi baru sebagai dasar penyusunan rencana anggaran biaya (RAB).
“Kami masih menggambar ulang desain jembatan, mulai dari konstruksi hingga kebutuhan material. Setelah itu baru kami susun RAB-nya. Untuk besaran anggaran belum bisa disampaikan karena masih dalam proses,” jelasnya.
Meski anggaran khusus belum tersedia, pembangunan tetap akan diupayakan secepat mungkin mengingat fungsi vital jembatan sebagai jalur utama masyarakat dan akses wisata.
“Ini jalur cukup padat, termasuk jalur wisata. Jadi tetap akan kami dorong agar bisa segera dieksekusi. Harapannya bulan ini sudah bisa mulai dikerjakan,” sambungnya.
Sementara menunggu proses pembangunan, akses jembatan ditutup total demi keselamatan pengguna jalan.
Dia mengingatkan, kondisi struktur jembatan sudah sangat membahayakan bahkan untuk kendaraan roda dua.
“Untuk sementara memang harus ditutup. Kalau tetap dipaksakan lewat, sangat berisiko ambruk. Kami mohon masyarakat bersabar,” tegasnya.
Di sisi lain, warga setempat berharap pembangunan dapat segera direalisasikan. Warga Padukuhan Jonge Sukaspan menuturkan, jembatan tersebut merupakan akses utama berbagai aktivitas masyarakat.
“Ini jalur kabupaten, akses ke sekolah, ke ladang, ke layanan kesehatan, sampai jalur wisata. Bus-bus juga sering lewat sini,” katanya.
Baca Juga: Triwulan Pertama 2026 Ada 222 Pegawai Kena PHK di Sleman, Mayoritas karena Efisiensi
Ia menyebut, jalur alternatif yang ada cukup memutar dengan tambahan jarak sekitar tiga kilometer.
Bahkan, masih banyak pengguna jalan dari luar wilayah yang belum mengetahui kondisi jembatan dan tetap mencoba melintas.
Ia berharap pembangunan ulang jembatan segera terealisasi agar mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal, mengingat pentingnya peran jembatan tersebut sebagai penghubung utama di kawasan Semanu.
“Masih ada yang tidak tahu jembatannya ambrol, jadi tetap lewat sini. Makanya sekarang ditutup total untuk keselamatan,” imbuhnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita