Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jembatan Jonge Ambrol, Akses Vital Warga Lumpuh: Jalur Utama Semanu-Pantai Selatan, Mobilitas Dialihkan ke Jalur Alternatif

Yusuf Bastiar • Jumat, 3 April 2026 | 19:21 WIB
AMBROL: Jembatan Jonge yang berusia 50 tahun lebih mengalami kerusakan cukup parah berupa ambrol di bagian tengah jalan dengan diameter kira-kira satu meteran. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
AMBROL: Jembatan Jonge yang berusia 50 tahun lebih mengalami kerusakan cukup parah berupa ambrol di bagian tengah jalan dengan diameter kira-kira satu meteran. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)

GUNUNGKIDUL - Jembatan penghubung Padukuhan Jonge dan Jetis di Kalurahan Pacarejo, Semanu, ambrol Rabu (2/4/2026) sore.

Akibatnya akses jembatan langsung ditutup karena membahayakan pengendara. Insiden ini mengganggu akses vital warga serta memaksa aktivitas ekonomi dan mobilitas dialihkan ke jalur alternatif.

Warga setempat Sukaspan menuturkan, kejadian bermula saat seorang pengendara motor melintas dan menyadari bagian jembatan mengalami kerusakan.

Baca Juga: Pemerintah Efisiensi Anggaran, Abdul Mu'ti : Guru PPPK Tenang, Kemendikdasmen Sudah Punya Solusi

“Pengendara itu teriak, katanya jembatan berlubang dan bergerak seperti mau ambrol. Setelah dicek, ternyata benar, sedikit demi sedikit langsung ambrol,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat (3/4/2026) sore.

Untuk menghindari risiko kecelakaan, warga bersama tokoh setempat langsung menutup akses jembatan. Kendati ditutup, warga luar kalurahan masih mencoba melewati jalanan tersebut.

Hal ini karena Jembatan Jonge menjadi akses untuk denyut ekonomi. Namun, biasanya pengendara langsung putar balik ketika melihat jembatan diportal tak bisa dilewati.

 Baca Juga: Jean-Paul Van Gastel Lakukan Rotasi, Haljeta Diparkir, Donny Warmerdam Debut Sebagai Starter

“Langsung kami tutup sore itu juga karena khawatir membahayakan pengendara. Soalnya sampai sore ini saja masih ada warga luar yang mencoba lewat sini karena belum tau,” jelasnya.

Sukaspan menjelaskan, jembatan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan wilayah Semanu dengan kawasan wisata pantai selatan seperti Baron dan Krakal.

Selain itu, jembatan juga menjadi akses utama bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan warga.

Baca Juga: Susunan Pemain Resmi Dewa United vs PSIM Jogja, Siapa Yang Akan Amankan 3 Poin?

Menurutnya, usia jembatan yang sudah lebih dari lima dekade menjadi salah satu penyebab kerusakan.

“Ini dibangun sekitar tahun 1976. Dulu masih bambu dan kayu, kemudian dibangun seperti sekarang, tapi tanpa penguatan besi. Jadi memang sudah tua dan rapuh,” bebernya.

Ia juga menyoroti tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas, termasuk bus wisata. Kondisi tersebut diduga mempercepat kerusakan struktur jembatan.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Skema Jaminan Pensiun PPPK, Penerapan Kebijakan Disesuaikan Kondisi Keuangan Daerah.

Akibat penutupan ini, arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif. Pengendara dari arah Semanu harus memutar melalui pertigaan Jetis menuju perempatan Warung Wage dengan tambahan jarak sekitar tiga kilometer. 

Sementara itu, ia mengaku sempat melihat petugas dari pemerintahan melakukan peninjauan di lokasi. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut konkret terkait perbaikan.

“Ke sini kemarin foto-foto setelah itu langsung pergi. Ya warga di sini berharap pemerintah segera merespons jembatan ambrol ini karena fungsi vital jembatan sebagai jalur penghubung antarwilayah di sini,” tandasnya.

Baca Juga: IRGC Luncurkan Eempat Rudal Ghadr Ke Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Sementara itu, Warga Ngeposari, Semanu Suyanto mengaku, terdampak langsung oleh penutupan jembatan tersebut.

 a yang sehari-hari mengantar istrinya berjualan jamu harus mencari jalur lain.

 “Saya tiap hari lewat sini, ini jalur terdekat. Tadi mau lewat ternyata ditutup, akhirnya muter balik. Tambah waktu sekitar 10 menit,” katanya.

Baca Juga: Oknum Guru SLB Pembina Yogyakarta Hanya Wajib Lapor, Kuasa Hukum Siswi Disabilitas Korban Pelecehan Seksual Kecewa

Jembatan tersebut dianggap sangat penting bagi aktivitas ekonomi warga.

“Harapannya segera diperbaiki supaya aktivitas warga tidak terganggu. Ini akses utama untuk berjualan dan mobilitas sehari-hari,” harap dia. (bas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#jalur vital #akses ditutup #Gunungkidul #jembatan ambrol #Akses Utama