Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Cabai di Pasar Tradisional Gunungkidul Masih Tinggi , Daging dan Ayam Mulai Turun

Yusuf Bastiar • Rabu, 1 April 2026 | 22:15 WIB
Dibanding komoditas lain, harga cabai di pasar tradisional Gunungkidul masih menunjukkan tren kenaikan harga. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
Dibanding komoditas lain, harga cabai di pasar tradisional Gunungkidul masih menunjukkan tren kenaikan harga. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
GUNUNGKIDUL - Perkembangan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Gunungkidul menunjukkan fluktuasi sejumlah komoditas strategis pada akhir Maret. Komoditas cabai masih bertahan di level tinggi, sementara beberapa bahan pangan seperti daging sapi dan ayam mulai mengalami penurunan harga.
 
Berdasarkan data pantauan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Gunungkidul, harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp 75.000 per kilogram atau naik Rp 15.000 dibanding hari sebelumnya. Sementara itu, cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan menjadi Rp 60.000 per kilogram. Di sisi lain, cabai besar merah justru mengalami penurunan cukup signifikan sebesar Rp 20.000 menjadi Rp 40.000 per kilogram.
 
Baca Juga: Bensin, Daging Ayam Ras hingga Emping Jadi Pemicu Inflasi di Kota Jogja, BPS: Imbas Perang Global serta Kebutuhan Lebaran
 
Kepala Bidang Perdagangan Disdagnaker Gunungkidul Ris Heryani mengatakan, fluktuasi harga cabai dipengaruhi oleh pasokan dari daerah sentra produksi yang belum stabil. “Kenaikan cabai rawit ini karena distribusi yang masih terbatas, sementara permintaan masyarakat tetap tinggi,” ujarnya saat ditemui di Wonosari Rabu (1/4).
 
Selain cabai, harga bawang merah tercatat stabil di angka Rp 40.000 per kilogram. Begitu pula bawang putih honan yang bertahan di Rp 32.000 per kilogram. Komoditas lain seperti kacang tanah kupas Rp 35.000 per kilogram, serta kedelai impor Rp 11.000 per kilogram juga relatif tidak mengalami perubahan.
 
Untuk komoditas jagung pipilan kering, harga berada di Rp 7.000 per kilogram. Sedangkan tepung terigu curah dijual Rp 9.500 per kilogram. Sementara itu, pada kelompok bahan pangan hewani, harga daging sapi dan ayam menunjukkan tren penurunan. Daging sapi kini berada di angka Rp 145.000 per kilogram atau turun Rp 5.000. Daging ayam juga turun Rp 5.000 menjadi Rp 40.000 per kilogram.
 
Baca Juga: Miris! Ayah di Kuwarasan Tega Rudapaksa Anak Kandung sejak 2024
 
“Kami melihat ada peningkatan pasokan untuk daging, sehingga harga mulai terkoreksi turun,” jelas Ris.
 
Ia menyebut, harga telur ayam ras tercatat stabil di Rp 28.000 per kilogram. Komoditas lainnya seperti beras premium Rp 14.900 per kilogram dan beras medium Rp 13.200 per kilogram juga masih berada pada posisi stabil. Untuk kebutuhan dapur lainnya, gula pasir curah berada di Rp 18.000 per kilogram. Garam halus Rp 13.000 per kilogram, serta minyak goreng premium dan curah masing-masing Rp 22.000 per liter. 
 
“Sementara minyak goreng merek MinyaKita dijual Rp 15.500 per liter,” tandasnya.
 
Kepala Disdagnaker Gunungkidul Kelik Yuniantoro menegaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan intensif guna menjaga stabilitas harga. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Menurutnya stok pangan di Gunungkidul kini relatif aman, jadi, kata dia, tidak perlu panic buying.
 
“Kami berkoordinasi dengan distributor dan pelaku pasar agar pasokan tetap lancar, sehingga lonjakan harga bisa dikendalikan,” tegasnya. (bas)
Editor : Sevtia Eka Novarita
#Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Gunungkidul #Disdagnaker Gunungkidul #kabupaten gunungkidul #harga kebutuhan pokok