Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

11 Jembatan Garuda Dibangun di Gunungkidul, Per Titik Dianggarkan Rp 300 Juta hingga Rp 400 Juta

Yusuf Bastiar • Rabu, 1 April 2026 | 21:30 WIB
Komandan Kodim 0730/Gunungkidul Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
Komandan Kodim 0730/Gunungkidul Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja) 

GUNUNGKIDUL - Program pembangunan infrastruktur bertajuk Jembatan Garuda mulai direalisasikan di Kabupaten Gunungkidul. Nantinya, ada 11 jembatan yang dibangun di Bumi Handayani.

Komandan Kodim 0730/Gunungkidul Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan menjelaskan, seluruh lokasi pembangunan telah melalui proses survei dan dilengkapi dengan perencanaan teknis. “Pagu anggaran untuk pembangunan mencapai Rp 300-400 juta per lokasi. Begitu diajukan, sudah dilengkapi dengan denah bentuk jembatan yang akan dibangun,” bebernya kepada wartawan Rabu (1/4).

Baca Juga: Polresta Jogja Amankan Salah Satu Pelaku Penganiayaan Kasus Ngopo-Ngopo!

Dia menyebut, pembangunan Jembatan Garuda merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang dikerjakan oleh TNI Angkatan Darat guna meningkatkan konektivitas wilayah, khususnya di daerah terpencil. Jenis jembatan yang dibangun, kata dia, mulai dari jembatan gantung hingga konstruksi beton. “Ya bervariasi, melihat kebutuhan di setiap titik lokasi,” terangnya.

Mayoritas proyek menyasar titik-titik yang melintasi aliran Kali Oya, yang selama ini menjadi kendala akses warga. Pada tahap awal, pembangunan dimulai di Padukuhan Nglegi, Patuk; Soka, Wonosari; Bedil Wetan, Semin; serta Klayar, Nglipar.

Baca Juga: Banjir Diskon, Atraksi Budaya, hingga Lari Maraton Peringati Hari Jadi ke-1.120 Kota Magelang

Selain itu, jembatan juga akan dibangun di Padukuhan Nglebak, Nglipar; Pringsura, Nglipar; dan Gatak (Gari, Wonosari). Sementara delapan lokasi lainnya tersebar di Padukuhan Karangwetan, Semin; Pacar II, Panggang; Kedungpoh Kidul, Nglipar; serta Blembeman II, Nglipar. “Itu rincian 11 lokasi yang akan dibangun Jembatan Garuda,” rincinya. 

Terpisah, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan, pembangunan jembatan ini diharapkan tidak hanya membuka akses wilayah yang terisolasi. Tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain untuk meningkatkan konektivitas, jembatan ini guna menunjang kelancaran dan keamanan aktivitas warga. 

Baca Juga: Di Tengah Aksi Demo PT MTG di Sleman, Perusahaan Garmen Lain Tawarkan Loker pada Peserta Aksi

“Tentu kami berharap program ini memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi. Akses yang lebih baik akan membuat aktivitas masyarakat lebih efektif dan efisien,” harapnya.

Menurut Endah, usulan pembangunan jembatan berasal dari aspirasi masyarakat melalui lurah dan Babinsa, yang kemudian diajukan ke pemerintah pusat. Ia juga memastikan bahwa tahap awal pembangunan telah berjalan di Kalurahan Katongan dan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar, serta Kalurahan Gari di Wonosari. 

“Dengan terealisasinya program ini konektivitas antarwilayah di Gunungkidul semakin kuat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau,” tandasnya. (bas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#jembatan garuda #Kali Oya #pembangunan infrastruktur #Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih #kabupaten gunungkidul