Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Persiapan Musim Kemarau, DLH Gunungkidul Mulai Berikan Pakan pada Monyet Ekor Panjang untuk Tekan Serangan Lahan

Yusuf Bastiar • Senin, 30 Maret 2026 | 20:45 WIB
Petani di Kalurahan Karangasem sedang memanen kacang tanah, saat ditemui Radar Jogja pada November 2025 lalu mereka mengaku lahannya diserang monyet ekor panjang. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
Petani di Kalurahan Karangasem sedang memanen kacang tanah, saat ditemui Radar Jogja pada November 2025 lalu mereka mengaku lahannya diserang monyet ekor panjang. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
GUNUNGKIDUL - Menghadapi potensi meningkatnya konflik antara manusia dan satwa liar saat musim kemarau, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul mulai kembali menyalurkan pakan untuk kawanan monyet ekor panjang di kawasan pertanian pesisir. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan serangan ke lahan.
 
Kepala Bidang Konservasi dan Kerusakan Lingkungan DLH Gunungkidul Hana Kadaton Adinoto menyampaikan, program pemberian pakan telah dimulai sejak pertengahan Maret 2026. “Kami sudah mulai lagi memberikan pakan berupa buah-buahan untuk monyet ekor panjang di kawasan pesisir. Ini sebagai langkah mengurangi potensi konflik dengan manusia, khususnya petani,” ujarnya kepada wartawan Senin (30/3).
 
Baca Juga: Yusaku Yamadera Akui Banyak Pemain Berkualitas di Liga dan Kompetisi Lebih Taktikal, PSIM Jogja Harus Konsisten
 
Saat ini, pemberian pakan difokuskan pada wilayah pertanian dan sektor selatan Gunungkidul seperti Kalurahan Tepus, Sidoharjo, dan Purwodadi. Di setiap kalurahan disiapkan lima titik lokasi pemberian pakan, sehingga total terdapat 15 titik yang menjadi sasaran distribusi. Adinoto menjelaskan, pakan yang diberikan saat ini berupa pisang, mengingat komoditas singkong yang biasa digunakan belum memasuki masa panen. Setiap titik diberi lima sisir pisang untuk mencukupi kebutuhan kawanan monyet.
 
“Tiga kalurahan itu berada di Kapanewon Tepus, yang memang menjadi titik persebaran monyet,” kata Adinoto.
 
Baca Juga: Bejat! Sudah Empat Tahun Guru Mengaji di Kebumen Tega Cabuli Enam Santrinya, Modus Minta Datang Lebih Awal
 
Ia menyebut, pemberian pakan ini merupakan solusi jangka pendek agar kawanan tidak turun ke lahan pertanian warga. Sementara untuk jangka panjang, DLH merencanakan penanaman pohon buah di habitat alami guna menyediakan sumber pakan berkelanjutan. “Jadi semacam hutan buah, tahun ini kami mendapat dukungan dana keistimewaan sekitar Rp 160 juta untuk melanjutkan program pemberian pakan,” jelasnya.
 
Kendati demikian, kondisi di lapangan menunjukkan persoalan belum sepenuhnya teratasi. Kaur Umum Kalurahan Tepus Suheri mengungkapkan, serangan monyet ekor panjang masih menjadi ancaman serius bagi petani. Ia mengungkapkan, sekitar 80 persen area pertanian di wilayahnya sudah pernah diserang kawanan monyet. Bahkan, hal tersebut berdampak pada perasaan warga yang merasa hidup dalam bayang-bayang ketakutan.
 
“Karena apa, ya, karena serangannya datang tiba-tiba dan semakin agresif,” katanya.
 
Baca Juga: Andi Odang Cetak Gol Debut, Persak Kebumen Kandaskan PSIM U-20 di Stadion Sarwo Edhie Wibowo, Purworejo
 
Berbagai upaya telah dilakukan warga, mulai dari mengusir secara manual hingga memasang jaring pelindung di sekitar lahan. Namun, lanjut dia,langkah tersebut belum memberikan hasil maksimal. Di sisi lain, warga juga menghadapi dilema karena monyet ekor panjang termasuk satwa yang dilindungi, sehingga tidak bisa dilakukan tindakan ekstrim untuk mengendalikan populasinya. “Padahal monyet ekor panjang di sini sudah menjadi hama,” tegasnya.
 
Hal senada disampaikan Ulu-ulu Kalurahan Purwodadi, Suroyo. Ia menyebut wilayahnya menjadi salah satu titik fokus program pemberian pakan karena intensitas serangan yang masih tinggi. Saat ini saja, kata dia, ada sekitar 11 titik persembunyian monyet di Purwodadi. Menurutnya satu koloni monyet bisa mencapai 50 ekor. “Kalau menyerang lahan pertanian ya itu satu koloni langsung,” ungkapnya.
 
Meski sudah diberikan pakan tambahan, serangan masih terjadi. Warga bahkan telah mencoba berbagai cara seperti menyalakan petasan hingga menjaga ladang hingga petang, namun belum efektif mengusir kawanan tersebut. “Harus ada solusi yang lebih pasti agar populasi bisa dikendalikan dan tidak terus merusak lahan pertanian,” harapnya. (bas)
Editor : Sevtia Eka Novarita
#Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul #Pertanian #monyet ekor panjang #Pakan #serangan #Petani #DLH Gunungkidul