Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

19 Insiden Warnai Libur Lebaran di Pantai Gunungkidul, Didominasi Kecelakaan Laut

Yusuf Bastiar • Senin, 30 Maret 2026 | 14:52 WIB
Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron saat menyisir Pantai Baron. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron saat menyisir Pantai Baron. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)

 

GUNUNGKIDUL - Lonjakan kunjungan wisata selama libur Lebaran 2026 di kawasan pantai selatan Gunungkidul berimbas pada meningkatnya kejadian kedaruratan.

Sepanjang masa pengamanan pada 16 hingga 31 Maret 2026 tercatat sedikitnya 19 insiden.

Dari belasan kejadian tersebut mayoritas berupa kecelakaan laut yang melibatkan wisatawan.

Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Bulgaria di Final FIFA Series 2026 Senin 30 Maret 2026

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron Marjono menyampaikan, sejumlah titik rawan seperti Pantai Drini, Kukup, dan Sepanjang telah terjadi laka laut yang melibatkan wisatawan.

“Sebagian besar kejadian merupakan kecelakaan laut, seperti wisatawan yang tergulung ombak saat bermain di tepi pantai,” ujarnya kepada wartawan, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan, karakteristik gelombang laut selatan yang dikenal tinggi dan disertai arus balik kuat masih menjadi ancaman serius bagi pengunjung.

Terlebih, lanjut dia, banyak wisatawan yang belum memahami risiko tersebut dan tetap beraktivitas di zona berbahaya.

Baca Juga: Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen, BKPSDM Kota Jogja Jamin Tidak Ada Pengurangan PPPK

 Ia menyebut, korban tidak hanya terseret ombak, tetapi juga terhempas hingga membentur karang.

Koordinasi Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron Marjono saat ditemui di Posko SRI Baron. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
Koordinasi Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron Marjono saat ditemui di Posko SRI Baron. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)

 

Kondisi itu menyebabkan luka yang cukup serius dan membutuhkan penanganan cepat dari petugas di lapangan.

“Di tengah padatnya aktivitas wisata, layanan kemanusiaan turut menjadi bagian penting dalam tugas petugas,” terangnya.

Kendati demikian, seluruh kejadian yang terjadi selama periode libur Lebaran berhasil ditangani dengan baik.

Marjono menegaskan, kesiapsiagaan personil yang disiagakan di sepanjang garis pantai menjadi kunci utama dalam merespons setiap insiden.

Baca Juga: Mauro Zijlstra Cedera, Bali United Konfirmasi Jens Raven Dipanggil Perkuat Timnas Indonesia Melawan Bulgaria

“Begitu ada laporan, tim langsung bergerak melakukan evakuasi dan penanganan di lokasi. Jika diperlukan, korban segera dirujuk ke rumah sakit terdekat,” jelasnya.

Selain kecelakaan laut, petugas SAR juga menangani berbagai kejadian lain yang terjadi di kawasan wisata.

Di antaranya kecelakaan lalu lintas hingga kebakaran.

Salah satu insiden menonjol adalah mobil yang masuk ke jurang di kawasan Paralayang Purwosari.

Selain itu, kebakaran akibat kebocoran gas juga terjadi di kawasan Pantai Baron.

Baca Juga: TNI Asal Lendah Kulon Progo Gugur Saat Bertugas di Lebanon Akibat Serangan Israel

“Layanan ambulans disiagakan untuk membantu wisatawan maupun warga yang membutuhkan penanganan medis, baik untuk penjemputan pasien maupun rujukan ke fasilitas kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di wilayah pesisir timur Gunungkidul.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I Sadeng Sunu Handoko menyebut, tidak ada kejadian kecelakaan laut selama periode yang sama, meskipun tingkat kunjungan wisatawan tergolong tinggi.

Sebanyak 16 pantai di bawah pengawasan wilayah tersebut dipadati pengunjung.

Baca Juga: Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan, Wali Kota Hasto Wardoyo Akui Masih Banyak Utang ke Masyarakat Kota Jogja

Untuk mengantisipasi potensi risiko, pihaknya menerjunkan sekitar 30 personel di setiap titik wisata guna melakukan pengawasan secara intensif.

“Alhamduliah bilih kejadian. Kami selalu memberikan peringatan dini kepada wisatawan yang bermain di area berbahaya,” ungkapnya.

Sunu menuturkan, pendekatan preventif menjadi kunci utama dalam menekan angka kejadian.

Petugas secara aktif memberikan himbauan kepada wisatawan agar tidak bermain di area berbahaya, seperti yang kerap terjadi di Pantai Wediombo.

Baca Juga: Cegah Praktik Korupsi, Ahmad Luthfi Hadirkan KPK untuk Bekali Kepala Daerah dan DPRD

“Kami langsung mengingatkan dan melarang wisatawan yang berada di zona berisiko. Mereka cukup kooperatif dan segera menjauh dari area tersebut,” katanya.

Ia menekankan pentingnya kesadaran wisatawan untuk mematuhi rambu-rambu keselamatan yang telah dipasang.

Menurutnya, kepatuhan pengunjung sangat menentukan dalam mencegah terjadinya kecelakaan di kawasan pantai.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengimbau agar wisatawan tidak mandi di area yang sudah diberi tanda larangan, supaya liburan tetap aman dan nyaman,” tutupnya. (bas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Pantai Gunungkidul #kedaruratan #kecelakaan laut #Gunungkidul #insiden #kunjungan wisata #libur lebaran #kasus